‘International Biology Olympiade’, Bali Jadi Tuan Rumah

suluhnusa.com_Provinsi Bali kembali akan menjadi tuan rumah event olimpiade biologi berskala internasional pada bulan Juli mendatang.

Hal ini disampaikan  Direktur Jenderal pendidikan menengah RI, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie,M.Eng saat melakukan  audensi dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Lebih lanjut dikatakannya, biologi saat ini telah menjadi leading mata pelajaran IPA. Rencananya pada olimpiade nanti masing masing negara akan membawa 4 peserta terbaiknya. Diperkirakan  akan ada 250 peserta yang hadir dari 65 negara.

 Ia berharap penyelenggaraan event ini akan mampu meningkatkan motivasi siswa seluruh Bali untuk memacu kemampuan dibidang IPA khususnya mata pelajaran Biologi.

 Pada kesempatan itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika sangat mengapresiasi pelaksanaan International Biology Olympiade (IBO) yang akan digelar pada tanggal 6 Juli hingga tanggal 13 Juli mendatang.

“Saya berharap kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap satu tahun mampu melahirkan putra putri unggul yang bermutu dalam bidang ilmu pengetahuan alam, khususnya yang menyangkut tentang keilmuan biologi” ujarnya.

 Bagi Hasil, Bali dapat 137 Milyar

 Sementara itu, Provinsi Bali mendapatkan dana pajak rokok daerah senilai Rp137 miliar berdasarkan bagi hasil pusat dan daerah mengacu pada potensi total pajak rokok secara nasional tercatat mencapai sekitar Rp10 triliun pada 2014.

Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Bali, Wayan Suarjana menjelaskan berdasarkan UU No.28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pembagian pajak rokok daerah dihitung berdasarkan proporsi penduduk di daerah masing-masing. Dengan total penduduk Bali yang sekitar 4 juta orang, maka pendapatannya sekitar Rp137 miliar.

Suarjana memaparkan, setiap pendapatan perovinsi berbeda-beda tergantung dengan jumlah penduduk. Hitungnya jumlah penduduk Bali dibagi jumlah penduduk nasional dikali 10 persen. Namun, dia menambahkan yang tahu data detailnya adalah Badan Pusat Statistik, sehingga menghasilkan Rp137 miliar.

Menurut Suarjana, dana pajak rokok akan dibagikan per triwulan, apabila diberikan setiap triwulan maka dana yang akan cair sekitar Rp34,25 miliar.

 “Pajak rokok daerah itu hitungannya 10 persen dari cukai rokok yang selama ini tercatat sekitar Rp100 triliun,” kata dia, saat ditemui di kantornya, Renon, Denpasar, Kamis 27 Maret 2014.

“Dana itu akan kami terima pada  April nanti. Dari jumlah dana yang didapatkan itu 50 persen akan dialokasikan untuk bidang kesehatan dan penegakan hukum. Khusus kesehatan seperti pembangunan infrastruktur, penyediaan area merokok, dan promosi dampak buruk merokok. Terakhir, Penegakan hukum atas kawasan tanpa rokok (KTR) sesuai Perda yang berlaku,” ujar Suarjana menambahkan.

Kepala Dinas menambahkan dari dana Rp137 miliar itu, alokasi penyalurannya sebanyak 30 persen untuk provinsi, dan 70 persen untuk kabupaten atau kota. Pembangianya per kabupaten atau kota itu sesuai dengan jumlah penduduk setempat. “Kami berharap dananya ini secepatnya keluar, supaya memudahkan kami untuk menghitungnya. Pada triwulan I ini kami belum tahu pasti diberikan dananya berapa, itu semua tergantung oleh pusat,” ucap Suarjana. (kresia/sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *