Pelabuhan Feri Di Adonara Siap Rampung

suluhnusa.com_Pelabuhan Feri di Adonara yang dibangun diantara dua Desa yakni Desa Tuwagoetobi kecamatan Witihama dan Desa Deri Kecamatan Ileboleng Kabupaten Flores Timur, diperkirakan akan rampung pada tahun ini.

Saat ini, pembangunan Pelabuhan Feri sudah memasuki pembangunan tahap IV, dimana Bagian utama dari pelabuhan ini sudah diselesaikan sebelumnnya dan sekarang sementara penyelesaian bangunan pendukung seperti ruang kantor, ruang tunggu, pagar, dan juga jalan masuk ke Pelabuhan.

Pantuan suluhnusa.com pada awal Januari 2014, di lokasi pembangunan nampak beberapa tenaga kerja sibuk menyelesaikan kerangka atap bangunan yang akan dijadikan sebagai kantor dan juga ruang tunggu. Beberapa tenaga kerja yang sempat diwawancarai mengaku bahwa harusnya pekerjaan mereka sudah sedikit maju dari kondisi sekarang tetapi pengaruh hujan dengan intensitas tinggi dilokasi kerja sehingga pekerjaan mereka menjadi terhambat, juga menjelang liburan Natal dan tahun baru, beberapa tenaga kerja yang berasal dari Ende, maumere, Larantuka dan juga dari Kupang memilih berlibur sehingga turut memperlambat proses pembangunan.

Dari Papan nama pembangunan yang terpajang di lokasi, terbaca bahwa Pelabuhan Feri di Adonara yang sementara ini dibangun merupakan program dari kementrian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Satuan Kerja (SATKER) Pengembangan Lalu Lintas Anhgkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (LLASDP) Nusa Tenggara Timur.

Pembangunan Pelabuhan Feri tahap IV menggunakan anggaran dari APBN Tahun 2013 dengan Nilai Kontrak 11.779.502.000,00 (sebelas Milyar Tujuh Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Lima Ratus Dua Ribu Rupiah). Tanggal kontrak dari Pembangunan pelabuhan Feri Tahap IV adalah tanggal 03 Juli 2013 dengan waktu pelaksanaan 180 hari kelender dan juga waktu pemeliharaan 180 hari. Sementara Kontraktor Pelaksana dalam proyek ini adalah PT. Bumi Indah dan PT. Indo Tech sebagai Konsultan Pengawas.

Dengan dibangunnya Pelabuhan Feri diwilayah Adonara, sungguh sangat membantu masyarakat Adonara pada khususnya, dan Kabupaten Flores Timur pada umumnya dalam memanfaatkan jasa dermaga ini. Masyarakat Adonara selama ini, untuk keperluan penyebrangan ke Kupang harus melewati Pelabuhan Feri Waibalun di Larantuka dan pelabuhan Feri di Kabupaten Lembata, yang mana harus melewati dulu penyebrangan di pelabuhan Waiwerang. Dari sisi Waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan dengan melihat wilayah tempat dermaga sekarang memang belum memudahkan masyarakat Adonara, sehingga dengan hadirnya Pelabuhan Feri di Adonara akan memudahkan masyarakat Adonara yang berurusan ke Kupang, Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Walau belum diresmikan, Setelah rampungnya bagian utama, Dermaga ini pernah disingahi oleh Feri dari Kupang yang memuat Drs. Frans Lebu Raya Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan Rombongan dalam menggelar acara syukuran di Kampung halaman di Desa Watoone setelah ditetapkan menjadi Gubernur NTT Periode ke II.

Letak Pelabuhan Feri yang strategis akan memudahkan masyarakat Adonara dalam membuka akses bisnis dan juga mendorong masayarakat untuk melanjutkan pendidikan di Kupang. Selain itu akan membuka peluang kerja di sekitar Dermaga diantaranya masyarakat yang selama ini tidak memiliki pekerjaan dengan adannya dermaga bisa menjadi buruh pelabuhan, membuka usaha – usaha kecil seperti membuka kios, membuka Warung Makan, dan juga usaha lain yang bermanfaat dalam peningkatan ekonomi masyarakat terlebih untuk dua desa tetangga yakni Desa Tuwagoetobi di Wilayah Barat dari Dermaga dan juga Desa Deri di Wilayah Timur dari dermaga.

Arwan Lonek salah satu Petani yang memiliki Kebun disekitar Pelabuhan Feri mengaku sangat senang dengan adanya pelabuhan Feri yang ada. Kepada suluhnusa Ia menuturkan bahwa Sebagai petani, selama ini memang hasil pertanian cukup untuk bisa dipasarkan, tetapi kesulitan pasir. Hasil Pertanian yang sering di Panen dalam setiap Tahunnya berupa Jagung, Kacang tanah, sayur- sayuran, Gaplek, juga hasil laut berupa rumput laut.

“Saya berharap dengan adanya pelabuhan Feri disekitar Kebun suatu saat nanti kami para petani ini bisa memasarkan hasil pertanian kami ke Kupang. Mungkin dengan memasarkan hasil pertanian kami ke Kupang hargannya sedikit lebih baik, dan bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” Ungkap Arwan.

Kehadiran Pelabuhan Feri ini membuat Arman berencana membuka usaha kecil- kecilan seperti tambal ban, atau kios, apabilah pelabuhan feri sudah beroperasi, Iapun berharap semoga sesama petani lain yang kebunnya ada disekitar pelabuhan Feri tidak menjual Tanahnya kepada pihak luar seperti orang-orang dari Jawa karena akan mempersulit para petani kecil ke depannya, apabilah kehilangan tanah.(Maksimus Masan Kian)

One comment

  1. seburuk2nya
    Gubernur di mata org flotim atau khususnya org adonara yg tdk
    memilih…tp akhirnya semua merasakan feri akhirnya bisa sandar di
    adonara…..cukup kita menghina dan mencela…saatnya berterima kasih..
    beliau juga manusia yg punya batas dan kekurangan…GO FRENLY JILID 2

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *