Guru Hindari Kepentingan Sesaat

suluhnusa.com_Saat ini organisasi profesi guru, PGRI sudah berusia lanjut, 70 tahun. Semua insane guru diingatkan agar menghindari kepentinga sesaat.

Tujuh puluh tahun bukan usia muda lagi. Sudah lanjut, dan enantiasa berpikir secara matang. Untuk itu secara organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) diingatkan agar tidak memiliki kepentingan sesaat.

Hal ini disampaikan oleh kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga kabupaten Flores Timur, Drs. Bernadus Bed Keda, saat tatap muka bersama para guru guru Adonara Tengah di SDK Klibang Desa Nubalema Dua.

Didampingi Kepala UPTD Kecamatan Adonara Barat-Adonara Tengah, Yosep Mulang Lewotapo, Beda Keda menegaskan, Guru merupakan aktor stategis dalam melangsungkan pendidikan demi masa depan bangsa dan lewotanah tercinta.

Untuk itu, guru yang telah menerima tunjungan profesi harus memiliki fasilitas teknologi Informasi dalam rangka mengakses informasi yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi guru demi menunjang kinerja.

Hadir saat itu, Kepala Seksi Pemerintahan, Kecamatan Adonara Tengah Hendrikus Bali Makin mengatakan PGRI yang didalamnya menghimpun guru-guru memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. PGRI juga menjadi ujung tombak pendidikan, karena dari rahim gurulah kita ini dilahirkan.

Beda Keda, menyampikan beberapa hal penting terkait PGRI dan profesi guru yakni pertama; usia 70 tahun harus dimaknai dengan semangat dan inspirasi untuk kita. Guru harus konsisten dalam menjaga dan menjalankan organisasi PGRI.

“PGRI juga harus menghindari kepentingan-kepentingan sesaat, atau diperalat,” tegas Beda Keda.

Dalam diaolog tersebut Beda Keda, mendorong para guru agar bisa menulis bahkan wajib mencetak buku, demi kenaikan pangkat, hal ini berkaitan dengan regulasi Permenegpan dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Permendiknas No. 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaaan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya, yang mengharuskan para guru menulis dan mempublikasikan karya-karyanya demi kenaikan pangkat dan golongan ini maka para guru pangkatnya mentok pada III/B.

“Jika ingin bisa menulis maka bapak/ibu silahkan menghubungi Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA), untuk saat ini di Flores Timur AGUPENA menjadi Solusi bagi Guru-guru terutama dalam hal menulis Penelitian Tindak Kelas (PTK). Gunakan dan BOS untuk mengoptimalkan Wadah-wadah pembinaan profesional. Jadi silahkan hubungi,” Ujar Beda.

Senada dengan Beda Keda dalam laporan kegiatan Wakil Sekretaris PGRI Cabang Adonara Tengah Asy’ari Hidayah Hanafi yang juga Anggota Agupena Cabang Flores Timur menyampaikan kesediaannya menghubungi Pengurus Agupena Folres Timur jika ada guru-guru yang bersedia untuk mengadakan kegiatan pelatihan karya ilmiah dan lain sebagainya.

“Ketika guru tidak berinovasi maka pendidikan akan mati,” demikian Hanafi.

 

Asy’ari Hidayah Hanafi, S.Pd
Anggota AGUPENA Flores Timur
Email : arytoekan@gmail.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *