suluhnusa.com_Dalam memberi penilaian menjelaskan secara khusus kepada panitia penyelenggara tentang kelemahan dan kelebihan dari setiap peserta lomba. Sehingga memberi kepuasan kepada setiap peserta karena mengetahui dimana kelemahan dan kelebihan dari setiap unsure penilaian lomba yang diberikan. Jadi tidak asal menilai saja.
Demikian dikatakan Goris Takene wartawan dan penulis suluhnusa.com di Kupang ketika ditemui pada kegiatan Lomba cipta lagu anak berbahasa daerah NTT dan lomba deklamasi murid TK Kemala Bhayangkari Se-NTT yang digelar Yayasan Kemala Bhayangkari di Gedung Bhayangkari Polda NTT, Sabtu, 26 Apriol 2014 siang.
Pada kegiatan lomba ini, Goris Takene tampil sebagai juri bersama Hamid Benge dari Dinas PPO Propinsi NTT. Menurut Takene, dalam memberi penilaian lomba seorang juri harus obyektif dan professional sehingga pemenang lomba yang terpilih bernar-benar yang terbaik dibanding para peserta lainnya. Penilaian juri tidak boleh asal-asalan dan dipengaruhi panitia atau faktor lainnya.
Kegiatan lomba cipta lagu anak berbahasa daerah NTT dan Lomba Deklamasi Murid TK Kemala Bhayangkari Se-NTT digelar Yayasan Kemala Bhayangkari Polda NTT dalam rangka memeriahkan HUT Kemala Bhayangkari Ke-34.
Lomba cipta lagu anak berbahasa daerah NTT dan lomba deklamasi murid TK Kemala Bhayangkari Se-NTT ini, berbeda dengan lomba yang biasa digelar pada umumnya. Dalam lomba ini, para peserta lomba tidak dihadirkan tetapi hanya mengirim CD berisi rekaman gambar tentang lagu anak berbahasa daerah yang dinyanyikan peserta dan deklamasi murid TK Kemala Bhayangkari yang dilakukan peserta.
CD berisi rekaman gambar tersebut kemudian diputarkan di hadapan juri yang berasal dari Dinas PPO Kota Kupang bernama Goris Takene dan dari Dinas PPO Propinsi NTT bernama Hamid Benge serta disaksikan pula Wakil Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Polda NTT, Yulinda Jhon Efri dan Ketua Panitia HUT Kemala Bhayangkari, Yeni Tito serta jajaran pengurus Yayasan Kemala Bayangkari Polda NTT dan panitia kegiatan.
Wakil Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Polda NTT, Yulinda Jhon Efri didampingi Ketua Panitia HUT Kemala Bhayangkari, Yeni Tito yang ditemui di sela-sela kegiatan tersebut, menjelaskan, mengatakan, lomba cipta lagu anak berbahasa daerah NTT dan lomba deklamasi murid TK Kemala Bhayangkari Se-NTT merupakan salah satu dari sejumlah rangkaian kegiatan yang digelar Yayasan Kemala Bhayangkari dalam rangka HUT Kemala Bayangkari ke-34. Kegiatan ini diikuti peserta dari semua TK Kemala Bhayangkari di wilayah Propinsi NTT.
“Selain lomba ini, kami juga sudah menggelar kegiatan anjangsana ke panti asuhan, kegiatan jalan santai dan beberapa kegiatan lainnya. Pengumuman pemenang dari semua kegiatan yang dilombakan termasuk lomba cipta lagu anak berbahasa daerah NTT dan lomba deklamasi murid TK Kemala Bhayangkari akan dilakukan pada acara puncak tanggal 12 Mei 2014 mendatang,” kata Yulinda.
Menurut Yulinda, khusus untuk lomba cipta lagu anak dimaksudkan untuk merangsang keinginan masyarakat NTT untuk menciptakan lagu anak berbahasa daerah. Karena selama ini yang ada cuma lagu anak berbahasa Indonesia dan bahkan saat ini lagu anak yang diciptakan sudah sangat berkurang.
Sementara lomba puisi atau deklamasi bayangkari mengambil judul Polisi Lalu Lintas untuk mengajarkan anak agar mencintai profesi kepolisian serta mengajak masyarakat membangun budaya tertib berlalu lintas di jalan raya.
Sementara Ketua Panitia HUT Kemala Bhayangkari, Yeni Tito menambahkan, pihak panitia sudah menyediakan sejumlah hadiah bagi para pemenang lomba yang digelar dalam rangka HUT Kemala Bhayangkari tersebut. Memang nilai hadiahnya tidak terlalu besar tetapi diharapkan bisa diambil sebagai suatu bentuk penghargaan kepada yang telah berprestasi. (saymilano)
