suluhnusa.com_Seni telah hadir sejak awal kehidupan manusia. Manusia kuno yang hidup di gua-gua telah meninggalkan bukti berupa artifact seni rupa (lukisan) pada dinding gua. Dapatkah dibayangkan apabila dunia ini tanpa seni? Tanpa lukisan, ukiran, musik, tari?
Mungkin zaman itu mereka tidak menyadari, bahwa apa yang dibuatnya mengandung keindahan, mungkin mereka lebih menyadari bahwa tanda pada dinding gua yang dibuatnya tersebut adalah memiliki kegunaan yang berhubungan dengan keyakinan mereka yang bersifat spiritual.
Sehubungan dengan itu, seni selama berabad-abad sangat dekat hubungannya dengan sistem kepercayaan atau religi suatu kelompok masyarakat atau bangsa. Pada perkembangan selanjutnya, seni tidak lagi hanya berkaitan dengan religi bahkan berperan hampir di setiap kegiatan dalam kehidupan manusia.
Dan pengajaran seni rupa dewasa ini sudah menjadi bagian dari program pendidikan di Kampus-Kampus. Hal ini penting untuk membantu membantu mahasiswa dalam mengungkapkan gagasan, sikap, perasaan, nilai dan imajinasi yang melibatkan pertumbuhan pribadinya.
Ekspresi seni di muka bumi ini tidaklah seragam. Perbedaan budaya, kondisi sosial, ekonomi, politik dan perbedaan alam sekitar akan membentuk seni yang berbeda dan beragam. Keragaman seni berkembang sesuai kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Setiap zaman dan setiap lingkungan budaya memberi batasannya sendiri tentang seni.
Manifestasi atau ungkapan rupa dapat kita jumpai pada berbagai ilustrasi pada buku, iklan, motif hias, lukisan, patung, keramik, anyaman tikar, kursi rotan, desain ruang dalam, taman, desain perhiasan, mebel, desain otomotif, desain hand phone dan karya seni lainnya yang merupakan hasil kreasi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Inilah hakekat seni rupa.
Dalam pengertian luas, seni rupa dapat dipahami sebagai produk atau sebagai kemahiran atau sebagai kegiatan mencipta atau kegiatan kreasi. Dalam pengertian terbatas seni rupa dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk ungkapan seni yang mengekspresikan pengalaman hidup, pengalaman estetis atau artistik manusia dengan menggunakan beragam unsur seni untuk menghasilkan susunan atau struktur karya seni rupa yang dapat dilihat, diamati, diraba, didengar atau diapresiasi oleh publik atau penikmat seni.
Dan untuk memenuhi kebutuhan public dalam menikmati seni ini, mahasiswa Program Studi pendidikan Seni Rupa dan kerajinan Jurusan Seni Rupa dan Kerajinan minat suti seni lukis dan seni patung, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP PGRI Bali menggelar pameran selama seminggu, sejak 22 Februari 2014 di Maha Art, Jalan Merdeka, Denpasar.
Memang pameran ini baru pertama kali digelar oleh FSB IKIP PGRI, akan tetapi mereke berani menampilkan 50 karya seni lukis dan karya patung.
Pameran ini menggandeng Kurator I Made Bakti Wiyasa dan mengusung tema besar keharmonisan melalui imajinasi rupa.
“Apa yang ada dalam pikiran dan imajinasi para mahasiswa dirupakan agar bisa di lihat, di rabah dan dipandang oleh khalayak ramai atau public. Namanya imajirupa,” ungkap Bakti Wiyasa.
Kepada wartawan di Maha Art, Wijaya lebih jauh menjelaskan, Imajirupa menjadi narasi dari makna atas pembacaan ulang dari imajinasi yang tidak terbatas dan realitas rupa yang terbatas.
Dia berharap agar public bisa menikmati hasil seni ini sembari memberi apresiasi kepada mahasiswa FSB IKIP PGRI yang berani membuat sejarah, untuk pertama kali menggelar pameran di luar kampus.
Seamin dengan Wiyasa, Ketua Panitia Pameran, I Nyoman Rusnadi, menjelaskan para seniman yang masih berstatus mahasiswa FSB IKIP PGRI ini tergabung dalam satu oragnisasi yang diberi nama Paser. Dan melalui organisasi ini, mereka membangun kesadaran untuk melakukan terobosan berani menggelar pameran atas karya imajirupa mereka kepada public.
“Pameran ini merupakan pameran pertama untuk FSB IKIP PAGRI di ruang public. Selama ini kami menggunakan media kampus. Sebab kami sadar bahwa seni butuh ruang public untuk apresiasi,” ungkap Rusnadi.
Pameran ini digelar sejak tang 22 Fwebruari sampai dengan 28 februari 2014 di Maha Art Galeri, Jalan Merdeka, Denpasar dengan suluhnusa.com sebagai media partner.(sandrowangak)
GALLERY
Hasil Karya Para Seniman PASER (Mahasiswa FSB IKIP PGRI) – [Foto: Sandrowangak]






