suluhnusa.com_Dalam pencermatan di kalangan penulis artikel, animo mahasiswa menulis di mass media lokal semakin produktif.
Eksisnya suatu tulisan terletak di idealisme penulis. Hal tersebut dapat kita lihat sorotan terhadap masalah sosial, ekonomi, politik dan pendidikan yang dikupas dengan sudut pandangnya masing-masing.
Kalau tulisan sebagai bagian dari tanggung jawab moral, maka perlu ditumbuhkan kontra ide sebagai proses kedewasaan akademik. Maka dapat melahirkan penulis mahasiswa dan mahasiswa penulis.(Bdk.Mesra P. Guru penulis-penulis guru di Pos kupang)
Idealisme Mahasiswa
Beberapa waktu lalu ketika diminta oleh kelompok organisasi Angkatan Muda Mahasiswa Pelajar Asal Ile Ape Lembata (AMMAPAI) Kupang, sebagai fasilitator menulis artikel, hal utama yang ditekankan adalah idealisme tulisan dan idealisme mahasiswa.
Sebutan mahasiswa ada dua pengertian yang saling berhubungan. Oleh, (Matulessy, 2005) dipilah menjadi dua; Pertama, predikat Mahasiswa yang berarti ”besar” menempatkan mahasiswa pada posisi atau status sosial yang tinggi. Dalam arti memiliki kapasitas mental-sosial yang menjadi kebanggaan.
Idealisme yang tinggi, kejujuran, keterbukaan, kreativitas, menolong yang lemah, berani dan predikat lainnya yang sulit dicapai oleh golongan lain. Kedua; mahasiswa dianggap memiliki kapasitas kecerdasan yang lebih tinggi.
Sebagai contoh mampu menganalisa persoalan, memecahkan persoalan penting dalam kehidupan, tampil dalam mimbar ilmiah, perdebatan akademik.
Untuk mencapai dua hal tersebut, salah satu taktik yang digunakan adalah menjadikan media massa sebagai tempat menuangkan gagasan, pendapat, opini yang membedah, mengkritisi berbagai persoalan meliliti kehidupan.
Persoalannya maukah mahasiswa memulai dengan menulis artikel tentang isu-isu sosial yang menonjol ? padahal mahasiswa oleh Hariman Siregar (2003) dikatakan sebagai pilar ke-5 demokrasi, selain eksekutif, legislatif, yudikatif dan pers penyuplai informasi.
Karena itu menjadi Mahasiswa Penulis, penulis mahasiswa perlu melihat dua sebutan diatas. Surat kabar sebagai pilar demokrasi selalu memberi tempat kepada siapapun apalagi Mahasiswa untuk berdebat lewat tulisan dalam bentuk artikel.
Suatu artikel berarti karangan atau tulisan dalam surat kabar dan majalah. Dalam jurnalistik, opini penulis sebagai gagasan murni yang didukung oleh berbagai referensi, perpustakaan dan pendapat orang. Artikel dimengerti juga sebagai pemikiran, pendapat, ide dan opini seseorang tentang hal yang aktual, hangat yang sedang dibicarakan (Toni Kleden;2009)
Setiap artikel yang dimuat oleh surat kabar, selalu diseleksi dengan ketat. Penulis bertanggung jawab sepenuhnya atas isi tulisannya, termasuk mampu membalas pendapatnya apabila opininya dipolemikkan. Artikel bukan berita.
Karena memuat gagasan, pendapat, analisis dari seseorang. Sebaliknya berita yang ditulis oleh wartawan sesuai fakta tanpa opini wartawan, maka artikel adalah tulisan yang mengandung opini penulisnya. Jika pada berita fakta adalah suci, maka pada artikel boleh ditafsir.(ibid: Kleden)
Menulis opini adalah misi yang perlu disampaikan. Karena bukan semata-mata ditujukkan untuk diri sendiri. Misi menulis di media masa minimal lima (Redi Panuju).
Pertama, sekedar memberi informasi kepada pembaca tentang sesuatu yang penting, membahayakan, bermanfaat, menarik atau mengandung nilai-nilai kemanusian.
Kedua, bermanfaat dan menarik disuguhkan dengan sudut pandang tertentu, pardigama tertentu, teori tertentu. Dalam hal ini pengetahuan pembaca bertambah juga memiliki cara pandang yang bervariasi.
Ketiga, mengajak mendiskusikan masalah-masalah yang krusial dan aktual sehingga menghasilkkan pemikiran yang komprehensif tentang suatu hal atau masalah.
Keempat, mengajak pembaca dalam gerakan-gerakan sosial tertentu, seperti gerakan sosial ekonomi, politik, lingkungan hidup, pendidikan, maupun perilaku positif.
Kelima, mencoba mengingatkan peristiwa–peristiwa penting di masa lalu agar menjadi bahan renungan, mengambil hikmahnya, dan mengaitkan dengan kondisi aktual kekinian.
Tahapan Menulis Artikel
Setiap penulis perlu merefleksikan bahwa :Siapa sasaran pembaca? Tulisan apa yang perlu diketahui pembaca? Perubahan, tindakakan atau apa yang pembaca lakukan setelah membaca tulisan?
Langkah menulis; tentukan fokus tulisan dibidang apa, persoalan apa; kumpulkan berbagai referensi yang berkaitan dengan fokus tulisan; Seleksi bahan tersebut. Apa mendukung pokok tulisan; membuat rencana tulisan; menulis; memperbaiki tulisan; didiskusikan dengan orang orang yang berkompeten dan kirim ke koran yang tepat. Selamat berproses menjadi penulis.***
Linus Lusi, S.Pd
Pendiri Komunitas Guru Menulis dan Forum Ilmiah Guru SD Kota Kupang,
Kepala Bidang Pemuda Dinas Pemuda dan Olaraga Provinsi NTT
