Awas, Jangan Percaya Penipuan Berkedok Nama Kepala Dinas PK NTT

Suluh Nusa, Kupang – Akhir akhir ini, terdapat modus penipuan yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab pada satuan pendidikan yang ada di NTT.

Awalnya, ada telepon yang mengaku sebagai ajudan Kepala Dinas PK NTT, Linus Lusi, S.Pd, M.Pd maupun pegawai dinas pendidikan yang memberikan informasi kepada sekolah sekolah. Isinya,  sekolah mendapatkan bantuan sarana prasarana dan informasi lainnya. Kemudian untuk informasi lebih lanjut para kepala sekolah itu diminta menghubungi nomor tertentu.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan NTT, Linus Lusi ketika dihubungi Suluh Nusa (Weeklyline Media Group), Senin,  11 Januari 2021. Lusi mengaku geram dan kesal dengan tindakan oknum yang melakukan penipuan terhadap para guru dan kepala sekolah. Sebab, setiap informasi baik bantuan atau informasi pendidikan apa saja selalu diumumkan secara terbuka dan melalui surat resmi kepada satuan pendidikan tersebut.

”Saya minta agar para kepala sekolah dan guru guru jangan terkecoh modus penipuan dengan telepon atas nama kepala dinas. Kalau diminta transfer sejumlah uang dan menjanjikan sesuatu itu sudah pasti penipuan. Jangan percaya,” ungkap Lusi.

Untuk itu, Lusi meminta kepada kepala sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan yang ada di NTT untuk waspada terhadap berbagai macam modus penipuan. Terlebih yang ujung-ujungnya meminta sejumlah uang untuk ditransfer ke rekening tertentu.

Selain modus penipuan yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan, ada juga beberapa modus penipuan yang kerap dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Di antaranya adalah meminta berbagai data penting yang dimiliki oleh satuan pendidikan, seperti data identitas diri tenaga pendidik ataupun tenaga kependidikan yang memasuki masa purna tugas dengan mencatut beberapa instansi.

Kemudian juga meminta data jumlah siswa beserta identitas lengkap termasuk identitas orangtua.

Linus meminta seluruh satuan pendidikan untuk berhati-hati dan selalu waspada dengan berbagai permintaan baik melalui telepon, surat elektronik (e-mail) atau yang secara terang-terangan datang mengaku dari sebuah instansi.

“Pastikan kevalidan permintaan yang diterima satuan pendidikan dengan mengkonfirmasi terlebih dahulu ke Dinas Pendidikan. Segala urusan kedinasan yang ada dilakukan secara formal melalui surat tertulis, ataupun melalui jaringan komunikasi yang resmi lainnya. Jadi jangan mudah percaya dan mudah memenuhi permintaan dari pihak-pihak yang tidak jelas dan tidak dapat dipertanggung jawabkan,” tandas Lusi. (goe.t/SN/Weeklyline Media Group)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *