Sepatah Dua Kata

(Teruntukmu Kekasihku)
Menghadang luka yang datang bertubi
Adalah kesialan maha dasyat
Sebab selalu beruntun, berikutan
Aku gagal…
Namamu adalah Jean dan Varra
Dua sosok yang hidup didalammu  yang kau tinggalkan
Sebab tubuhmupun hanya sebatas entah Bagiku untuk menatap…
Purnama berdarah kemarin
Adalah tentangmu, tentang dirimu
Yang lenyap dalam kebisuan, kebingunganku
Dan putus asaku…
Ahhhh…
Jika purnama ini adalah masihmu,
Maka senyummu akan basah
Sebab segalanya tak seindah seperti mimpimu,
Karenaku membawa musibah bersimbah darah
Lantas kita adalah dipungut dari sampah yang tak dibutuhkan pemulung…
Apakah kali ini kau mampu berkata..??,
Semoga katamu tak mengutukku,
Akibat seribu duka yang kusematkan
Pada mimpimu sebelum kau genggam…
Maksudku bahwa,
Lorong-lorongmu masih terlalu gelap, sunyi, kau tak mengerti,
Akupun tak paham
Tapi itulah hidup selalu saja dengan misteri…
Maaf… hanya rampungan sujud dalam doaku
Menemani lelapmu
Meski tangan tak saling menggegam
Namun kita adalah pernah, dalam satu hati…
Kucukupkan untuk menumbuhkanmu Dalam sajakku yang tak lagi indah,
Ku tahu bahwa segalanya akan melukaimu,
Maka biarlah luka ini menjadi tanggungan Dan akan kujawab dosa ini
Pada hakim pengadilan terahkir…
Kau tetap kekasihku,
Dan maaf karena mencintai putihmu
Mengambil separuh nafas, tapi toh pada ahkirnya kau dan saya
Tetap menjadi orang asing
Sebab kita adalah tempat dimana dia menuju saat berlari,
Bukan tempat dimana dia selalu ingin untuk pulang…
Kekasihku tetaplah setia dalam kehangatan
Sebab purnama berdarah akan datang lagi Dalam rentang usiaku,
Datanglah, sekedar kita mensyukuri luka Merayakan duka
Tapi bahagia karena ku tau aku adalah bagian darimu..
#Perempuan K
(Purnama berdarah).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *