Bagai rombongan burung di musim semi,
Mematok biji-bijian di taman kota tanpa lagi meneliti.
Sesekali mencubit lawan jenisnya,
Lalu dengan segera kawin,
Tak di kamar,tak tahu malu,
Lantas kembali ke sarangnya,
Bersendawakan nikmat.
Dan kita masih terpekur di bangku panjang taman ini,
Belajar meramu kesendirian kita,
Tanpa ada diamu,tanpa ada diaku.
Sepihak kita bercinta,
Bersama rombongan burung yang paham kehendak kita.
Benediktus Bere Lanang