tak ada yang pergi juga tak ada yang tinggal
diantara keduanya hanya ada sunyi
barisan kalimat yang melayang tak berkaki
melesat pergi tanpa tuan
aku terbelah kaku
nadiku
nafasku
jantungku
lalu disini aku tinggal tanpa sekutu
pada hujan yang tak mampu menjadikan tanah basah
pada kemarau yang tak sanggup membuat ladang kering
aku lesap mengejar kenangan
dimana gemuruh yang memabukkan itu
malam terkadang menjadi penghianat yang mencekam
sedang siangku memusuhi matahari
dan kita tetap sebagai pendosa
widyastuti