AKU PERNAH, MAAF !

maaf
sudah lama aku tak memalingkan wajah ke arahmu
pelatarannmu sepi 
daun kering berserakan tak terjamah 
menangiskah engkau ? 
saat aku tak bersamamu 
bahkan menoleh kearahmupun tidak
 
maaf
aku begitu sibuk 
mencabuti pecahan pecahan kaca yang mehujam kakiku
lalu menghapus air mataku 
yang mengalahkan derasnya sungai nil
 
maaf
aku meninggalkanmu dengan daun daun kering yang berguguran
dengan kemarau dan angin yang sepanas bara api
bahkan pada musim penghujan yang sedingin badai
 
maaf
kutinggalkan engkau dengan cinta yang tercerai berai
berdarah darah dalam kesunyian
memaki kelana yang singgah tak sengaja
mengumpat musafir yang muncul dengan penuh dahaga
bahkan memalingkan muka pada bidadari surga
 
maaf

aku pernah meninggalkamu …. dulu

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *