Wabup Rocky Winaryo Salurkan Laptop dan Starlink ke 32 Sekolah di 18 Kecamatan

Pemerintah Kabupaten Alor berharap dukungan fasilitas digital ini dapat memperluas akses pengetahuan, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, dan membuka kesempatan lebih...

KALABAHI — Pemerintah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyalurkan bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa laptop dan perangkat internet Starlink kepada 32 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di 18 kecamatan.

Bantuan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperluas akses digital di lingkungan pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang menghadapi keterbatasan jaringan internet akibat kondisi geografis Kabupaten Alor sebagai daerah kepulauan.

Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, S.H., M.H., mengatakan penyediaan sarana teknologi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkecil kesenjangan akses informasi antara sekolah di pusat kota dan wilayah terpencil.

Menurut Rocky, keterbatasan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Alor untuk mendapatkan kesempatan belajar yang berkualitas.

“Pemerintah Kabupaten Alor ingin agar anak-anak kita, baik yang berada di pusat kota maupun di wilayah kecamatan dan desa-desa, memiliki kesempatan yang semakin luas untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Kita tidak ingin kondisi geografis menjadi penghalang bagi anak-anak Alor untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita mereka,” kata Rocky dalam sambutannya pada penyerahan bantuan, Senin (26/10/2026).

Rocky menjelaskan, bantuan laptop dan Starlink memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam mendukung transformasi digital pendidikan.

Perangkat Starlink diharapkan menyediakan akses internet bagi sekolah yang mengalami keterbatasan jaringan, sedangkan laptop dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran digital, penyusunan materi ajar, administrasi pendidikan, dan peningkatan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Namun, menurut Rocky, penyediaan perangkat teknologi harus diikuti dengan pemanfaatan yang tepat, efektif, dan berkelanjutan.

Ia meminta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan menjaga serta merawat seluruh perangkat bantuan agar dapat digunakan secara optimal untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Selain penyediaan fasilitas, peningkatan kompetensi digital tenaga pendidik juga dinilai penting agar teknologi tidak sekadar menjadi pelengkap sarana pendidikan, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memperkaya metode pembelajaran.

Rocky mendorong para guru mengembangkan pola pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan menarik dengan memanfaatkan teknologi digital.

Di sisi lain, penggunaan internet oleh peserta didik perlu disertai pendampingan dan pengawasan agar akses informasi digunakan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

“Teknologi merupakan alat pendukung pendidikan. Namun, peran guru dalam mendidik, membimbing, membentuk karakter, serta menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik tetap sangat penting dan tidak dapat digantikan,” ujarnya.

Penyaluran bantuan kepada 32 sekolah di 18 kecamatan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas kesempatan belajar bagi peserta didik di Kabupaten Alor.

Meski demikian, keberhasilan program pemerataan digital tidak hanya ditentukan oleh tersedianya laptop dan akses internet. Pemanfaatan perangkat, kesiapan tenaga pendidik, keberlanjutan layanan internet, serta pemeliharaan fasilitas juga menjadi faktor penting yang menentukan dampaknya terhadap proses pembelajaran.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat diperlukan agar bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.

Rocky menegaskan, peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyediaan bantuan teknologi tersebut.

Pemerintah Kabupaten Alor berharap dukungan fasilitas digital ini dapat memperluas akses pengetahuan, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, dan membuka kesempatan lebih besar bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka.

Ke depan, pemerataan akses digital diharapkan tidak berhenti pada penyaluran perangkat, tetapi berlanjut pada peningkatan kualitas pembelajaran yang dapat dirasakan secara nyata oleh sekolah dan peserta didik di seluruh wilayah Kabupaten Alor.+++


j.k


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *