KUPANG – Krisis Infrastruktur di Amfoang hari ini menunjukkan betapa hilangnya nurani pemerintah daerah hingga pusat sampai membiarkan rakyatnya menderita terkait perisoalan dasar terkait infrastruktur jalan dan jembatan.
Amfoang dibiarkan dengan keterbatasan yang sementara berlangsung selama ini, hingga terisolasir bertahun-tahun yang membuktikan minimnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan-kebutuhan dasar
Kondisi ini mendapat sorotan Asten Bait, aktivis di Kabupaten Kupang yang konsisten membela kepentjngan publik.
“Bagi saya masyarakat Amfoang jangan dibiarkan berjuang sendiri menghadapi keterbatasan akses jalan, jembatan rusak, distribusi listrik yang belum merata, dan minimnya jaringan telekomunikasi, yang berdampak pada aktivitas ekonomi dan pelayanan publik “, ungkap Asten.
Menurut Asten, kondisi infrastruktur Amfoang saat ini menjadi tamparan keras untuk pemerintah daerah kabupaten Kupang dan pemerintah daerah provinsi Nusa tenggara Timur hingga pemerintah pusat akan keberpihakan negara terhadap kebutuhan masyarakat kecil yang menangis terus menerus.
Bupati Kupang, Yosef Lede dan Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki harus peka terhadap kondisi ini dan segera memberikan perhatian pembangunan ke Amfoang.
Amfoang jangan terus menerus dibiarkan dengan keterbatasan yang sementara berlangsung selama ini, hingga terisolasir bertahun-tahun yang membuktikan minimnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan-kebutuhan dasar
“Secara pribadi saya menyayangkan sikap pemerintah hari ini yang terkesan mati rasa akan persoalan ini dengan ketidak pastian keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat kecil seperti alokasi anggaran daerah untuk pendidikan, kesehatan dan juga krisis infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Amfoang”, tegasnya.
Ia tegas meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Kupang dan juga Nusa Tenggara Timur agar tidak mengabaikan persoalan mendasar masyarakat kecil sehingga sejalan dengan pidato-pidato pemimpin baik itu bupati maupun gubernur yang selalu meneriakkan upaya penurunan kemiskinan di nusa tenggara timur
Naifnya, beberapa waktu lalu Bupati Kupang dengan bangganya meresmikan rumah sakit Pratama Amfoang yang katanya untuk untuk menjawab kebutuhan masyarakat namun realitanya rumah sakit tersebut justru tidak beroperasi hingga saat ini, apakah pemerintah peka untuk melihat ini.?
Selain itu beberapa sekolah yang tak layak huni di Amfoang bahkan di wilayah kabupaten Kupang sekaligus, apakah pemerintah peka terhadap persoalan ini.?
“Masyarakat amfoang dan juga Amarasi bahkan rela menggunakan dana pribadi ditengah keterbatasan untuk swadaya demi perbaikan infrastruktur jalan apakah pemerintah peka.?. Isu daerah otonomi baru (dob) Amfoang yang telah digaungkan oleh pemerintah daerah kabupaten Kupang untuk diperjuangkan, apakah terealisasi untuk masyarakat Amfoang atau hanya narasi politik.? Jalan poros tengah yang menghubungkan fatuleu dan juga Amfoang yang juga menjadi salah satu alternatif yang bisa membantu masyarakat Amfoang yang sejauh ini rusak setelah dikerjakan yang tak juga diperbaiki dengan alasan non status, apakah pemerintah daerah peka untuk mengeluarkan rekomendasi status.?” Tutur Asten, 23 Februari 2025.
Ia bahkan menilai pemerintah hari ini sudah mati rasa atau tidak peka terhadap kebutuhan dasar masyarakat kecil
Untuk itu ia minta pemerintah daerah Kabupaten Kupang untuk mengambil tindakan secara nyata untuk menuntaskan persoalan dasar masyarakat amfoang dengan perbaikan jalan dan jembatan menjadi kewenangan pemerintah daerah kabupaten
Dirinya juga minta pemerintah daerah provinsi Nusa Tenggara Timur untuk melakukan intervensi anggaran untuk masyarakat Amfoang dengan memperbaiki jalan dan juga jembatan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah provinsi
Kondisi sosial dan infrastruktur di Amfoang yang jauh dari layak ini membuat Asten mengingatkan pemerintah Kabupaten Kupang dan Provinsi NTT untuk tidak hanya beretorika terkait dukungan dob Amfoang tetapi harus di perjuangkan secara nyata sebagai upaya jangka panjang pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan Amfoang. +++goe.
