Manusiawikah, Warga Lembata Yang Diluar Paksa Pulang Kampung ?

MEDIA WLN – Keberanian Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur membuka akses pasar lokal di beberapa wilayah di Lembata merupakan langkah yang cukup beresiko ditengah pandemic Covid 19.

Pedagang diberi akses untuk berjualan dan masyarakat diberi kemudahan untuk transaksi kebutuhan sehari hari.

Menurut bupati Lembata, ditengah pandemic Corona, aktivitas ekonomi masyarakat tidak boleh stagnan. Harus berjalan agar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Disaat bersamaan Bupati Lemnata hendak memberikan izin kepada umat beragama.di Lembata untuk melakukan aktivitas ibadat di rumah ibadat masing masing.

Sayangnya, niatan Bupati Lembata ini, tidak dapat terealisasi karena arus masuk orang ke Lembata lewat jalur tikus kembali terjadi. Bupati pun berang. Sebab, warga yang masuk ke Lembata lewat jalur tikus ada juga ASN.

“Dua orang ASN yang baru datang itu dikarantina di Meru. Mereka sudah di BAP. Berkas sudah dimeja saya. Ada tiga pilihan, tunda naik pangkat, nonjob dan pemecatan. Tergantung saya mau yang mana. Karena disaat pandemic mereka malah keluyuran di kampung mereka,” ungkap Bupati Lembata, kepada wartawan di Loang, 13 Mei 2020.

Bupati mengatakan, kalau tidak ada arus masuk orang Lembata melalui jalur tikus selama dua Minggu berturut turut maka saya berani buka rumah ibadat agar umat bisa beribadat. Dan aktivitas ekonomi berjalan normal.

“Ini kita mau buka rumah ibadat tiba tiba ada orang masuk lagi. Kita semua harus tahan diri. Omomg semua keluarga yang diluar untuk tidak dulu pulang kampung,” ungkap Sunur.

Larangan bupati ini dinilai tidak manusiawi.

“Saat kita larang ada pihak menilai kita tidak manusiawi. Tetapi apakah mereka yang mau pulang kampung dari daerah yang zona merah dan mengancam ribuan orang di Lembata apakah itu manusiawi ? Ini bukan soal kemanusiaan tetapi ini soal bahiaman kita semua patuh agar Covid 19 bisa putus mata rantai penularan”, ungkap Bupati.

Lebih jauh Sunur meminta agar warga Lembata yang masih diluar sebaiknya menahan diri untuk pulang ke lembata.

Bupati pun meminta agar semua masyarakatLembata baik yang berada di Lembata dan diluar Lembata patuh dengan himbauan pemerintah agar pandemic Covid 19 bisa segera berakhir.

Bupati mengingatkan satu orang yang masuk ke Lemnata dari daerah yang terkonfirmasi Zona Merah mengancam nyawa seribuh orang di Lembata. ***

sandrowangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *