Ketika Lukas Menutup Kalimatnya dengan Kata “titen”

suluhnusa.com – Suara terdengar merdu. Khas serak serak basah. Berat intonasi. Pelan mendayu dayu. Nyaris membuat para hadirin sendengkan telinga agar setiap kata dipahami dalam deretan kalimat yang terucap.

Suara dari panggung kampanye politik damai pada Pilkada Lembata, 28 Oktoner 2016 membuat para hadirin yang bergumam sontak berhenti sejenak.

Mereka diam. Lekat lekat sendengkan telinga. Suara riuh, bertepuk gemuruh berhenti ketika kalimat awal dibuka dengan santun dalam lantunan bahasa Lamaholot.

Dia berkata, kita boleh ‘gening’ asal jangan ‘uno’. Artinya kita boleh berkompetisi saling merebut dan berjuang tetapi jangan sampai menggesek menyulut perkelahian politik.

Itulah suara, Calon Bupati Lembata, Paket WINNERS, Ir. Lukas Lipataman Witak. Pelan pelan intonasi suarannya. Kata demi kata dilafalkan demikian jelas.

“Kita boleh gening asal jangan uno. Kita berkompetisi, berjuang dan merebut asal jangan berkelahi”, tutur Witak.

Penuturan Witak ini sesungguhnya mengulang pesan Penjabat Bupati Lembata, Piter Manuk saat acara penarikan nomor undian beberapa hari yang lalu.

Witak lalu lugas dan tegas menyampaikan paket WINNERS, Lukas Witak-Edy Leu, yang mendapat nomor urut 3, siap bertarung dan menang dalam pesta demokrasi rakyat Lembata ini.

Ketika Lukas Witak hendak mengakhiri kalimat sapaannya, Dia mengatakan, tentu siapapun yang nanti menang dalam pertarungan ini, dia adalah bupati titen. Artinya, yang menang nanti, tentu menjadi bupati milik semua orang.

Saat menutup kalimat dengan kata ‘titen’ para hadirin yang tadinya diam langsung riuh ribut tertawa. Tak ketinggalan Herman Yosef Loli Wutun, dari Paket TITEN pun gelak tawa terbahak sembari memberi salam kepada Lukas Witak dan Edy Leu, paket WINNERS yang diusung PAN dan Demokrat. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *