Damai Yes, Dendam No

suluhnusa.com-Yance Sunur dan Viktor mado Watun merupakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lembata lima tahun sebelumnya.

Mereka memakain sandi keramat ala Frans Lebu Raya, Lembata Baru. Mereka memenangkan pertarungan merebut hati rakyat Lembata mengalahkan Paket TITEN, Herman-Viktus.

Publik Lembata masih ingat, putaran pertama TITEN unggul. Putaran kedua Lembata Baru membalikan rangking perolehan suara. Dan menanglah mereka. Lembata Baru, Yance-Viktor menjadi Bupati dan Wakik Bupati lima tahun.

Di tengah perjalanan mereka berseteru. Tidak butuh waktu lama. Yance-Viktor berseteru, tak pula lantaran apa.

Perseteruan ini berbuntut pada pemilukada Kabupaten Lembata tahun 2016 ini, Yance Sunur dan Viktor Mado Watun bercerai.

Yance Sunur maju sebagai balon Bupati Lembata berpasangan dengan Thomas Ola Langodai sebagai Paket Sunday.

Lalu Viktor Mado Watun juga maju sebagai paket calon Bupati Lembata berpasangan dengan balon wakilnya, Muhamad Nazir sebagai paket Viktori.

Tentu ada alasan sehingga pasangan bupati dan wakil bupati Lembata periode 2011-2016 ini terpaksa berpisah. Namun demikian, Viktor Mado Watun menyatakan, dirinya maju sebagai calon bupati untuk membangun Lembata kearah perubahan yang lebih baik.

Baginya berpolitik bagi Viktor Mado adalah berdamai dengan hati dan melayani rakyat.

“Saya maju tanpa dendam. Saya menjadi wakil bupati Lembata selama lima tahun dan saya memahami betul apa yang dibutuhkan masyarakat Lembata. Saya ingin memberi yang terbaik bagi Lembata,” kata Mado Watun kepada wartawan di RSU prof Dr WZ Johannes Kupang, Selasa (27/9/2016) siang.

Mado Watun bersama paket balon bupati dan wakil bupati lainnya dari Kabupaten Lembata dan Flotim berada di RSU prof Dr WZ Johannes Kupang karena mengikuti tes kesehatan di RSU tersebut.

Mado Waton tampak penuh semangat ketika menjaani setiap proses pemeriksaan yang dilakukan tim dokter.
Bahkan ketika Mado bertemu dengan kolega lamanya, Adrianus Ndu Ufi, mantan anggota DPRD NTT keduanya bercerita riang penuh girang, sembari mengatakan dirinya berpolitik dan bertarung di Pilkada Lembata tidak untuk membalas dendam.

Ditanya oleh wartawan apakah dirinya memutuskan maju menjadi Bakal Calon Bupati Lembata, karena marah dengan Yance Sunur ?

Mado menampik, dirinya tidak pernah marah apalagi dendam terhadap Yance.

“Kita berpolitik, kita menjual program. Tidak untuk membalas dendam. Saya marah untuk apa”, tegas Mado.

Sementara Yance Sanur yang ditemui terpisah usai menjalani treatmild test untuk pemeriksaan jantung di Apotek Kimia Farma Kupang, mengatakan, dirinya menolak memberi keterangan kepada wartawan jika bertanya tentang hal-hal selain menyangkut pemeriksaan kesehatan.

Ia hanya bersedia berkomentar jika ditanya tentang pemeriksaan kesehatan yang dijalani.

“Kalau bukan soal tes kesehatan saya tidak jawab,” kata Sunur.

Menurut Sanur, sejumlah tahapan pemeriksaan kesehatan sudah dilaluinya dengan baik dan ia yakin bisa lolos dalam tes kesehatan tersebut. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *