suluhnusa.com_Akhirnya Pemerintah Provinsi Bali melalui DPRD Bali mengetok palu Ranperda Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi Bali tahun anggaran 2014.
Alotnya pembahasan Ranperda ini menurut Wakil Ketua DPRD Bali, Alit Putra selain karena kesibukan dewan juga karena pembahasan Hibah yang tak kunjung cair.
“Ini kan alot karena soal hibah tahun 2013 yang tidak cair tapi sekarang kan bisa dicairkan di anggaran perubahan yang utama pembahasannya tapi karena sekarang sudah diputuskan tentu bisa berjalan sesuai programnya,” jelasnya usai Rapat Paripurna ke-17 masa persidangan II tahun sidang 2014 di Gedung DPRD Bali, Renon, Denpasar, Senin 18 Agustus 2014.
Lanjutnya, untuk total hibah yang belum dicairkan senilai Rp167 miliar. Dan atas mediasi anggota dewan dengan pihak pemrov Bali akhirnya hibah berhasil dimasukan ke anggaran perubahan.
“Tanggal 18 ini memang keputusan kita untuk diputuskan ini berjalan sesuai program KUAPPS yang kita programkan kalau sudah diputuskan kan bisa berjalan programnya ini coba kalau tidak diketok palu ini yang akan menjadi problem bisa lama lagi,” tandas politisi Demokrat asal Badung ini.
Namun menurutnya, hasil keputusan Ranperda ini tidak serta merta bisa langsung dicairkan karena harus menunggu hasil verifikasi dari pihak Departemen Dalam Negeri (Depdagri).
“Kita tunggu penyesuaian dari Depdagri karena memang ini semua harus selesai sebelum masa jabatan berakhir paling lambat tanggal 25 Agustus 2014 ini diverifikasi oleh Depdagri mana yang boleh mana yang tidak,” pungkasnya. (kresia)
