suluhnusa.com_Kandidat yang berdebat dalam menyampaikan visi dan misinya tidak hanya disaksikan oleh para tokoh dan pendukungnya tapi juga disaksikan oleh oleh Tuhan Yang Maha Kuasa
Debat Konvensi Capres Partai Demokrat di Bali memiliki keunikan sendiri. Keunikannya, semua peserta konvensi mengenakan udeng warna putih dengan ujung menghadap ke depan yang diartikan bahwa calon debat berpikiran satu menuju kedepan.
“Keunikannya di Bali, semua Peserta konvensi mengenakan udeng yang ujungnya menghadap kedepan yang bermakna bahwa pikirannya harus satu dan menuju kedepan. Juga seluruh masyarakat Indonesia hendaknya berpikir maju ke depan,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta , Selasa (18/2).
Sementara untuk selendang merah (Bali : ateng) yang diikatkan ke pinggang peserta debat diartikan bahwa benang merupakan penghubung untuk menuju kemenangan dan kejayaan Partai Demokrat dan peserta konvensi sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.
“Untuk dulang kecil (bokor/wadah kecil) ditaruh diatas meja, itu bermakna bahwa itu berstananya (bersemayam) Nya Yang Maha Kuasa (pemahaman Hindu), kandidat yang berdebat dalam menyampaikan visi dan misinya tidak hanya disaksikan oleh para tokoh dan pendukungnya tapi juga disaksikan oleh oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tegasnya.
Debat konvensi Capres di bagi dua tim yaitu Garuda dan Rajawali. Tim garuda melakukan debat berlangsung pukul 15.00-18.00 wita diantaranya Irman Gusman, Pramono Edie Wibowo, Sinyo Harry Sarundajang dan Anis Baswedan.
Untuk tim Rajawali pukul 19.45- 22.15 wita yang diikut oleh kandidat diantaranya Gita Wirjawan, Endriartono Sutarto, Dino Patti Jalal, Ali Masykur Musa dan Hayono Usman. Acara berlangsung meriah dengan para pendukung masing-masing yang hadir.(sandrowangak)
