Kecewa Dengan Pemerintah, Pemilik Tanah Segel Loket Karcis Bukit Cinta

suluhnusa.com – Salah satu destinasi wisata Kabupaten Lembata, Bukit Cinta Lembata terus dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Pengembangan ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata sekaligus menjadikan BCL sebagai salah satu ikon pariwisata di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Sayangnya, pengembangan ini tidak sejalan dengan dukymfan yang diberikan oleh masayarakat pemilik lahan disekitar lokasi bukti cinta atau Wolorpas. Sebab, salah satu pemilik lahan sekitar lokasi menyegel loket karcis milik Dinas Pariwisata yang dibangun di sisi kiri pintu masuk Bukit Cinta.

Penyegelan ini dilakukan oleh Yoseph Bala Surat sejak bulan Mei 2019 lalu lantaran kecewa dengan kebijakan Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur yang merumahkan tenaga KSO termasuk ketiga anaknya.

“Kami memang tidak punya uang tai jangan main main dengan kami. Apalagi mempermainkan

Anak kami. Mereka menjadi tenaga KSO karena diminta oleh pemerintah bukan kami yang meminta. Lantas, setelah itu anak kami dikeluarkan bahkan upahnya tidak dibayar,’ ungkap Bala Sura kepada suluhnusa.com, 21 Desember 2019.

Kekecewaan Bala Sura atas kebijakan tersebut, lalu dirinya meminta petugas Dinas Pariwisata Lembata yang biasa menempati loket karcis untuk tidak lai menagih karcis di loket tersebut.

“Loketnya saya tutup. Petugasnya saya usir dan tidak boleh lagi tagih karcis di oket tersebut,” ugkapnya.

Bala Surat menceritakan ketiga anaknya atas nama Nikolaus Wilson Beda Sura, Wilibrodus Demon Sura

Damianus Yoseph Resi Ola, adalah tenaga KSO yang diberhenti oleh Bupati Lembata awal tahun 2019. Bahkan salah satunya tidak dibayarkan honornya selama satu tahun. Dan karena itu dirinya kecewa menyegel loket Karcis di Bulit Cinta.

“Anak saya dua orang Jaga di kuma resort tahun sejak 2018. Hanya tiga bulan lalu diberhentikan tanpa menerima apa apa. Sementara satu orang kerja sejak awal tahun 2018 dan diberhentikan bulan april 2019. Kami susah tapi jangan main main dengan kami. Kami bukan pergi cari kerja. Kamu (Pemerintah-Red) yang datang cari kami untuk kerja. Tipu kami lalu berhentikan anak kami,” ungkap Bala Sura.

Yoseph Bala Sura

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Apol Mayan, dikonfirmasi  media ini, 22 Desember 2019, mengungkapkan sejauh ini penagihan karcis masih berjalan seperti biasa tapi tidak di pintu masuk Bukit Cinta.

“Pintu masuk dibiarkan terbuka karena masih ada pekerjaan proyek di BCL sementara untuk penagihan karcis petugas kami standbae di lokasi sekitar tulisan love itu ama,” ungkap Apol Mayan kepada weeklylin.net.

Disinggung soal, alasan penutupan loket karcis karena pemilik lahan kecewa dengan pemerintah lantaran anaknya diberhentikan dari KSO, Apol mengaku dirinya tidak mengetahui dan mengaku akan mengecek kebenaranya.

“KSO di Budpar itu Geradus yang masih jaga di BCL ama. Saya blm dapat laporan soal itu nanti saya cek lebih lanjut di Geradu Wolor,” ungkap Apol.

sandrowangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *