Orang Baopukang Tanam 3000 bibit Mangrove

suluhnusa.com -Abrasi pantai yang terjadi pada setiap tahunnya telah mengancam sejumlah kawasan di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Di antaranya kawasan pantai Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur. Plan Internasional Program Kerja Area Lembata, kembali mengajak warga pesisir Desa Jontona untuk menanam kembali mangrove di sepanjang pantai tersebut.

Sebab penanaman kembali mangrove ini penting digalakkan sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap kelestarian pantai dan biota laut.

Muhammad Thamrin, kepada suluhnusa.com usai penanaman mangrove menjelaskan restorasi mangrove di 10 desa pesisir di Lembata ini untuk menjawab sejumlah persoalan yang dihadapi warga pesisir.

“Persoalan itu adalah abrasi yang mangancam permukiman dan pantai,” kata Thamrin, Direktur manager plan Internasional Program kerja area Lembata.

Penanaman yang dilakukan bersama warga Desa Jontona atau lebih akrab disebut Orang Baopukang ini bermula dari usulan warga kepada plan sekaligus menyediakan bibit mangrove sebanyak 10.000 anakan.

Bibit mangrove ini sedianya akan ditanam disepanjang pantai Jontona. San pada hari itu, 29 Oktober 2016, dilakukan penanaman sebanyak 3000 an anakan.

Usaha untuk menghijaukan kembali wilayah pesisir ini menarik minat nelayan setempat puluhan Orang Baopukang ikut bergabung.

“Untuk penanaman tahap kedua akan kita lakukan sebanyak 7.000 bibit. Kita juga akan melakukan penyulaman kembali bila ada yang tidak tunbuh”, ungkap Yulius Lusi, koordinator masyarakat peduli rawan bencana Desa Jontona di sela sela kegiatan.

Yulius berharap agar partisipasi Orang Baopukang ini dapat terus meningkatkan kecintaannya terhadap lingkungan. Ke depan, kita harapkan bisa tetap eksis dan solid sehingga dapat menjadi contoh dalam kampanye cinta lingkungan.

sebelum dimulai kegiatan, diawali seremoni adat oleh dukun kampung, Asan Keluli didampingi kepala suku atau clan yang ditugas menjaga laut menurut tatanan adat Lewohala, Yoseph Penolan Matarau.

Sementara itu Ben Asan, sejak tahun 2011 pihak pihak atau beberapa komunitas yang peduli akan lingkungan pantai dan laut dikumpulkan dan diadvokasi bersama Plan Internasional sebagau wadah dengan tujuan bersama penguatan pulau dan kelompok peduli rawan bencana.

Sebab, semua komunitas itu melakukan advokasi kepada masyarakat soal mitigasu perubahan iklim. Untuk menggolkan kepentingan penyelamatan pulau, plan bersama YBS dan beberapa komunitas lainnya melakukan advokasi dan pendampingan agar masyarakat di desa binaan sadar dan bersama menyelamatkan pulau.

Menurut Asan, kegiatan penanaman mangrove di Jontona ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa di teluk Lewoleba.

Selain penanaman bakau Pla Inyernasional juga mengadvokasi masyarakat untuk membentuk kelompok tanggap rawan bencana di tingkat desa. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *