suluhnusa.com_Pemerintah kabupaten lembata sedang menggenjot peningkatan ekonomi masyarakat melalui pariwisata sebagai leadng sektor. Salah satunya melalaui festival bahari nuhanera. Sayangnya, Pulau Nuhanera itu siapa pemiliknya ?
Lembata sebuah pulau di ujung gugusan kepualauan propinsi Nusa tenggara Timur. Banyak wisatawan tak bisa menampik dengan keindahan pemandangan dan keanekaragaman atraksi budaya di negeri yang oleh oleh Orang Holandia belanda disebut Lomblen ini.
Bahkan banyak wisatawan, setelah datang ke Lembata berdecak kagum dan member pujian, Lembata is the last paradise-Lembata Surga Terakhir.
Sebut saja misalnya, alam bawah laut Nuhanera di teluk waienga itu. Banyak kelompok Scuba Dive memuji alam bawah laut Nuhanera menyamai Taman Laut Bunaken. Indah dan mempesona. Teduh dan alami.
Dan masih banyak lagi obyek wisata yang dikemas Pemerintah Kabupaten Lembata. Komitmen pembangunan Pariwisata sebagai leading sektor dimulai sejak tahun 2011 dalam rencana jangka panjang dan menengah, pariwisata menjadi program unggulan Kabupaten Lembata. Berbagai kegiatan dilakukan untuk peningkatan pendapatan masyarakat di sektor ini.
Kembali ke soal tentang Nuhanera. Diteluk ini dikelilingi sebanyak 14 desa dengan panjang pantai 91 km. Desa desa pesisir yang mengitari Teluk Nuhanera adalah Watodiri, Todanara, Jontona, Lamawolo, Lamatokan di Kecamatan Ile Ape. Sedangkan Lamatuka, Baopana, Merdeka, Hadakewa, Lerahinga, Tapolangun, Waienga, Tapobaran dan Lewolein, di Kecamatan Lebatukan.
Dengan banyaknya desa yang mengitari teluk Waienga ini maka kepemilikan Pulau Nuha, di teluk Nuhanera atau Waienga, menjadi sorotan. Apalagi saat ini Nuhanera sudah menjadi terkenal. Ini soal hak ulayat.
bahkan Bupati Lembata, Yentji Sunur juga menyoroti soal kepemilikan pulau Nuha ini.
Menurut Yentji Sunur, dalam rangka menjaga perkembangan dan menghindari berbagai persoalan kedepannya, kepemilikan pulau kecil Nuhadi Teluk Hadakewa ini harus jelas sehingga pengembangan kedepannya tidak menemui hambatan.
Masyarakat juga minta untuk menjaga kelestarian Taman Laut Nuhaera dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak keindahan yang sudah ada.
Kawasan tersebut memiliki keindahan bawah laut yang tidak kalah dari Bunaken dan dipersiapkan menjadi ikon wisata masa depan Lembata.
Teluk Waienga memiliki panjang garis pantai 91 km dan lebar masuk teluknya sekitar 1 km. Wilayah tersebut terbagi ke dalam 14 desa dari 3 kecamatan di pesisir teluk.
Oleh masyarakat lokal, Nuhanera dipercayai sebagai tempat tinggal leluhur atau orang yang sudah meninggal. Beberapa kearifan lokal di desa-desa pesisir Teluk Waienga seperti menjaga laut dan larangan penangkapan ikan pada musim tertentu sehingga mendukung perlindungan kawasan ini dan sebagai tempat bertelur dan beranak pianak ikan/biota laut.
Hingga saat ini Teluk Waienga dikunjungi wisatawan penyelam dengan kapal pinisi (live on boat). Wisatawan juga banyak yang menyempatkan menyambangi kampung adat Lewohala serta trekkingke Gunung Ilelewotolok.
Sekedar untuk diketahui, masyarakat yang saat ini mendiami 14 desa di pesisir Teluk Waienga sebagian besar berasal dari Lewohala, sebuah kampung adat dengan 77 suku di lereng gunung Ile Ape (Ile Lewotolok).
Kadis Pariwisata Lembata, Longginus Lega SE melalui media ini mengajak masyarakat untuk memberi suport bagi Pemda untuk pengembangan sektor pariwisata.
Diakuinya di tengah masyarakat maupun diantara elit-elit politik masih ada polemik tentang pariwisata sebagi sektor unggulan tetapi Lembata baginya dalam konteks investasi puya kekayaan bidang pariwisata yang menjanjikan sehingga dukungan penuh harus ada agar Pemda dapat bekerja optimal menggandeng masyarakat dan pihak swasta mengembangkan sektor ini.
Menurut Lega, pemerintah terus berusaha mendorong berbagai pihak untuk terlibat dalam sektor ini. Kedepannya diharapkan masyarakat dan pihak swasta berperan aktif memajukan sektor ini.
“Pemerintah berusaha mendorong dengan melakukan pendampingan serta memfasilitasi berbagai kegiatan. Kemajuan sektor ini kedepan sangat bergantung kepada masyarakat dan pihak swasta,” ungkap Lega. (sandrowangak)

Pemiliknya ata ile-ape..lembata..pemandangannya di desa jontona.