suluhnusa.com_Tumpukan batu di pinggir jalur jalan utama kota Larantuka menuju Bandara Gewayan Tanah Sangat mengangu para penguna jalan baik roda dua maupun roda empat.
Tumpukan batu ini, ada persis di sisi kiri sekitar pantai Meting Doeng arah timur Kota Larantuka. Jika saat alat berat sementara beroperasi menambang batu, di tempat ini kendaraan macet karena memang jalur jalan ini banyak di gunakan oleh warga di kecamatan Ile Mandiri, Lewolema, dan juga Tanjung Bunga saat berurusan ke Larantuka, dan sebaliknya pengguna jalan dari arah kota Larantuka diantaranya para pegawai di kantor camat, guru dan siswa pada SMK Negeri 1 Larantuka dan SMK Bina Karya Larantuka(tempat praktek) dan juga yang menggunakan jasa Bandara Gewayan Tanah.
Di badan jalan sekitar tumpukan batu ini terdapat larangan yang ditulis dengan cat putih di sebuah teripleks berukuran kecil “hati- hati ada tambang batu” disamping tumpukan batu setinggi kurang lebih 7 meter ini, terdapat juga tumpukan tanah sama setinggi tumpukan batu.
Selain menyebabkan kemacetan di jalan tambang batu inipun nyaris mengikis tanah disekitar tiang PLN yang memang ada disekitar itu. Kikisan menyisahkan sedikit tanah disekitar tiang PLN.
Salah satu pengguna jalan di jalur ini Ferdy Boro sopir oto pick up pada sabtu pagi 28/2/15 mengaku cukup tergangu di jalur jalan ini. Saat penambangan berlangsung, kita takut juga lewat jalur ini karena posisi aga bukit dan kalau batu jatuh hingga ke badan jalan bisa fatal. Karena penahan antara pinggir badan jalan dengan tumpukan batu tidak ada.
“Jalan ini satu satunya yang setiap hari kita lewat. Kalau kondisi begini terus sebagai pengguna jalan, kita merasa tidak nyaman. Semoga saja ada penertiban yang bukan menghentikan tetapi bisa menjamin keselamatan pengguna jalan”, ungkapnya.
Selain Ferdy keluhan yang sama di sampaikan oleh Agnes warga kecamatan Ile Mandiri.
“Saya pernah dengan sepeda motor hampir jatuh saat lewat di jalur jalan itu pada saat sementara hujan. Karena tanah yang ada di sekitar tambang batu saat hujan terbawah oleh air hujan ke badan jalan jadi persis badan jalan ditutupi tanah.bagi kami sangat bahaya dan mengancam keselamatan para pengguna jalan.kami minta perlu adanya penertiban. Demi kenyamanan penguna jalan”, ungkap Agnes.
maksimus masan kian
Guru tinggal di kota Rowido – Larantuka.
em@il: maksimasan@yahoo.com
