Banjir Tiga Meluap Tiga Hari, Warga Fatuleu Kumpul Uang Sewa Alat Berat Normalisasi Kali

Respon cepat Camat Fatuleu Barat yang langsung menghubungi Dinas PUPR serta dinas terkait penanggulangan bencana Kabupaten Kupang melalui sambungan telepon

KUPANG – Lebih dari tiga puluh kepala keluarga (KK) di Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, terpaksa berhamburan keluar rumah pada malam hari akibat meluapnya Sungai Nek’oni dan Sungai Oelakobis.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam, 23 Februari 2026 hingga Selasa dini hari, 24 Februari 2026, dan kembali berlanjut sampai Rabu malam, 25 Februari 2026, sekitar pukul 23.00 hingga 05.00 WITA.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, luapan air sungai yang masuk ke permukiman warga menyebabkan kepanikan dan membuat masyarakat tidak dapat beristirahat hingga pagi.

Air yang menggenangi rumah turut menghanyutkan berbagai peralatan rumah tangga seperti ember, piring, sendok, bokor, pakaian, sandal, kursi, hingga ternak milik warga seperti babi dan ayam.

Menanggapi kejadian tersebut, Koordinator Aliansi Suara Fatuleu Barat, Justus Petrus Karma, mengaku prihatin.

Dalam video yang diterima, ia menegaskan bahwa persoalan ini seharusnya menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Poto dan pihak Kecamatan Fatuleu Barat.

Menurutnya, normalisasi Sungai Nek’oni dan Sungai Oelakobis perlu segera dilakukan agar masyarakat tidak terus dirugikan setiap kali hujan deras terjadi.

Diketahui, wilayah terdampak berada di RT 002 dan RT 003 serta RT 004 Dusun I Bonatama, Desa Poto.

Justus juga mengungkapkan bahwa persoalan luapan sungai sebenarnya sudah dilaporkan warga sejak tahun 2020.

Namun hingga Februari 2026, belum ada langkah konkret dari pemerintah desa untuk melakukan normalisasi.

Apresiasi Tanggal Cepat Camat Fatuleu Barat

Hasil koordinasi antara Justus Petrus Karma dan Camat Fatuleu Barat, Ayub Anzgar Manafe, S.STP, pada Kamis, 26 Februari 2026 di aula kecamatan, membawa angin segar bagi warga terdampak.

Camat Fatuleu Barat berjanji akan segera menurunkan alat berat berupa ekskavator dalam waktu satu hingga dua hari ke depan guna melakukan normalisasi kedua sungai tersebut.

Justus memberikan apresiasi atas respons cepat Camat Fatuleu Barat yang langsung menghubungi Dinas PUPR serta dinas terkait penanggulangan bencana Kabupaten Kupang melalui sambungan telepon, tanpa harus melalui proses administrasi yang berlarut-larut.

Menyikapi rencana penurunan ekskavator tersebut, Aliansi Suara Fatuleu Barat bersama warga terdampak telah melakukan survei lokasi jalur sungai yang akan digali.

Warga juga menunjukkan inisiatif swadaya dengan mengumpulkan dana sebesar Rp20.000 per kepala keluarga, bahkan ada yang memberikan lebih, untuk membantu operasional operator alat berat.

Saat ini, dana swadaya tersebut mulai terkumpul sembari menunggu kedatangan alat berat untuk melakukan normalisasi Sungai Nek’oni dan Sungai Oelakobis yang kerap meluap ke permukiman warga.

Justus berharap pihak kecamatan dan dinas terkait di Kabupaten Kupang segera merealisasikan penurunan alat berat agar masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat musim hujan tiba.

Ia juga menekankan pentingnya langkah cepat tersebut guna mencegah kerusakan lebih lanjut pada jalan utama aspal penghubung Fatuleu Barat–Amfoang yang berpotensi terkikis akibat luapan air sungai.++j.p.k

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *