SULUH NUSA, LEMBATA – GELARAN Liga III PSSI, atau El Tari Memorial Cup ke 31 Lembata menuai polemik di tubuh tim tuan rumah, Persebata Lembata.
Pelatih Persebata yang juga legenda Persebaya, Maura Hally Betekeneng dipercaya Askab PSSI Lembata melakukan seleksi pemain sekaligus sebagai pelatih kepala.
Diberitakan jauh sebelum tim peserta ETMC Lembata menyiapkan diri, Askab Lembata sudah mendatangkan pelatih.
Kedatangan pelatih Maura Hally membawa serta tujuh orang pemain dari Jawa. Awalnya kehadiran 7 pemain ini tidak dipersoalkan. Sayangnya, H-10 jelang pembukaan ETMC Lembata, pelatih kepala bersama asisten mengundurkan diri.
Mereka datang lebih awal, pulang lebih cepat.
Persoalan pengunduran diri Pelatih Persebata ini dibenarkan oleh salah satu pengurus Askab PSSI Lembata.
“Ada beberapa persoalan antara manajemen Persebata dan pelatih terkait pemain dari Jawa utu. Biar Pa Ketua Askab yang konferensi pers saja, ” Ungkap Sumber Suluh Nusa (weeklyline media network), 31 Agustus 2022 melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu Ketua Askab Lembata, Linus Beseng sampai belum dapat dikonfirmasi.
Penjabat Bupati Lembata : “Kacau Balau Askab dan Pelatih Persebata
Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa usai mengikuti sidang paripurna DPRD Lembata, Rabu, 31 Agustus 2022 kepada wartawan mengatakan pelatih dan asisten pelatih Persebata, Selasa, 30 Agustus 2022 malam, sudah bertemu dengannya dan menyampaikan penguduran diri.
Penjabat Bupati Lembata, mengatakan pengunduran diri pelatih dan asisten pelatih Persebata karena ada masalah internal di tubuh Askab PSSI Kabupaten Lembata.
“Tidak akurnya Askab dan pelatih Persebata,” Ungkap Jawa.
Ia mengatakan pemerintah tidak bisa mencampuri urusan mereka karena masalah internal di tubuh Askab PSSI Kabupaten Lembata itu sendiri.
Penjabat Bupati Lembata mengatakan, tidak hanya pelatih dan asisten pelatih Persebata saja yang mengundurkan diri tapi para pemain dari luar sudah dipulangkan, tinggal pemain lokal saja.
“Saya agak tidak mau berkomentar karena kacau balau Askab dan pelatih. Saya mau beritahu, boleh tulis saja,pelatih yang awalnya diminta oleh askab sudah mengundurkan diri bersama asistennya.”
Penjabat Bupati Lembata mengatakan mestinya tahu kewenangan masing-masing sehingga tidak menimbulkan konflik.
“Mestinya Askab yang minta pelatih maka kamu percayakan orang itu. Askab kewenangan dimana, pelatih kewewangan dimana. Ini sudah terjadi antara mereka, dengan jangka waktu tinggal satu minggu saya mau terlalu ini, sudah deh mengundurukan diri tidak apa-apa, anak-anak (pemain dari luar Lembata) harus dipulangkan. Kita harap anak-anak lokal saja yang bermain”, tegasnya.
Soal target, Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa mengatakan dirinya sudah tidak bisa target lagi. Begitu juga soal pengganti pelatih yang sudah mengundurkan diri, Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Askab PSSI Lembata. +++sandrowangak




Lembatah oh Lembata…Wawasan kurang luas.. Level turnamen liga 3 aja kacau balau bgitu. Koordinasi dan menejemen sangat lemah. Mestinya sejak awal diputuskan siapa pelatihnya dan seperti apa kualifikasi pemainnya. Pelatih mengundurkan diri itu lebih baik. Tidak punya rasa cinta dan niat memajukan daerahnya sendiri. Apa yg dia mau dgn orang Jawa?