Dari Rumah Para Pemabuk Lahirlah ‘Mas Dewa’ di Watololong

MEDIA WLN – Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Cabang Kabupaten Flores Timur, di tengah pandemi Covid-19, giat mendorong Komunitas Baca untuk mengiatkan pembelajaran di desa-desa. Salah satu cara yang dilakukan adalah memberikan donasi buku untuk Komunitas Baca dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Bertempat di Sekretariat Agupena Flores Timur, Pengelola Komunitas Mas Dewa (Masyarakat Desa Watololong), Agustinus Pure Bebe, Yohanes Don Bosco, dan Apriana Kartini Muda menerima donasi buku dari Agupena Flores Timur. Buku yang didonasikan diantaranya, komik, buku sastra juga buku pelajaran untuk siswa SD, SMP dan SMA.

Dalam shering mereka di Sekretariat Agupena Flotim, kisah perjuangan mereka cukup menarik. Menarik dari ketiga Orang Muda ini adalah, mampu hadir membawa solusi di kampung halamannya, di desa di tengah pandemi covid-19. Apa yang mereka lakukan…? Sudah dua bulan mereka mengambil peran sebagai “guru” mendampingi anak -anak di desa dalam belajar melalui Komunitas Baca yang diberi nama Komunitas Baca Mas Dewa (Masyarakat Dewa Watololong). Dalam seminggu mereka bertemu tiga hari yakni di hari Senin, Rabu, dan Jumat. Tiga hari ini mereka manfaatkan untuk pendampingan anak dalam membaca buku, meresume, medeklamasikan isi buku, menyusun materi berdasarkan buku yang dibaca, presentasi, latihan publik speaking, berdiskusi, menulis, dan lain-lain.

“Setelah tiga hari berproses dalam sepekan, pada Hari Minggu kami bersama -sama mencari dana. Ini pilihan ini mendukung komunitas mereka secara mandiri itu. Kami mengandalkan keterampilan membuat sapuh lidih. Sapuh yang dihasilkan, ditawarkan kepada pembeli secara online melalui media sosial. Kami juga menginisiasi kegiatan sosial seperti pembersihan ruang publik di jalan dalam desa, juga areal pekuburan umum di desa,kata Puru Bebe.



Menurut Ketua Agupena Flores Timur, Maksimus Masan Kian, hal yang menarik dari shering mereka pagi itu di Sekretariat Agupena Flotim adalah, rumah yang dijadikan pusat belajar Komunitas Baca Mas Dewa ini dulunya tempat berkumpul orang muda untuk minum. Bahkan prilaku mereka yang meresahkan ini, sempat jadi sorotan dan ditegur pemerintah desa.

Tetapi kemudian, rumah ini pula, milik Agustinus Puru Bebe, menjadi titik rembuk terbentuknya Komunitas Baca Mas Dewa. Saat ini, jumlah anggota aktif dari tingkat SD, SMP hingga SMA sebanyak 62 orang. Jumlah dipastikan akan terus meningkat dilihat dari antusias dan partisipasi selama satu bulan kegiatan ini.

Maksimus Masan Kian, Ketua Agupena Flotim mengatakan, kreasi orang muda seperti ini patut dicontohi. Di tengah beragam kesulitan, mereka tampil memberikan solusi. “Ini cara yang patut diteladani. Saya beri catatan untuk Perpustakaan Daerah Kabupaten Flores Timur, mohon bisa mengambil peran mendistribusikan buku ke Desa desa melalui Taman Bacaan Masyarakat sebagai sumber bacaan anak -anak. Buku tersebut bisa digulir dari satu komunitas ke komunitas baca lainnya,”kata Maksi.***

ifab

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *