suluhnusa.com – Musim tanam 2019/2020 dengan curah hujan terlambat membuat dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Lembata memiliki strategi untuk meyakinkan petani.
Dukungan terhadap peningkatan produksi maka Dinas Pertanian melakukan pembajakan lahan pertanian sebesar 700 hektar, expansi lahan baru 70 hektar, sawah 12 hektar dan pengadaan sumur bor 10 hektar.
Ditemui di ruangan kerjanya, 7 Januari 2020 Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Mathias A.K.Beyeng, menjelaska memasuki musim tanam 2019 dan 2020 Dinar Pertanian sudah menyebarkan bibit jagung, padi, sorgum, kacang tanah dan kacang merah.
Menurut Mathias, bibit yang ditanam sejak bulan Desember dan awal Januari sudah bisa di panen bulan Maret.
Jagung hibrida 3500 hektar, jagung komposit baik dari kabupaten maupun propinsi 515 hektar. jagung dengan pola tumpang sari. Padi ditumpangi jagung seluas 500 hektar.
Padi lahan kering 1000 hektar. Padi lokal merah 5 hektar. Beras hitam 5 hektar. Sorgum 10 hektar. Kacang tanah 10 hektar.
“Semua bibit pertanian ini sudah diberikan kepada kelompok tani dengan sebaran diseluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Lembata. Termasuk kacang merah 5 hektar”, ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Dr. Mathias A.K. Beyeng di ruangan kerjanya, didampingi Muhamad Ali, PLh. Kabid Tanaman Pangan.
Dengan sebaran bibit jagung dan padi demikian maka dapat diprediksi 1 hektar jagung lahan kering dapat menghasilkan 2-3 ton jagung.
Menurut data dinas pertanjan sejak 2017 memproduksi 14.000 ton, 2018 meningkat menjadi 14.400 ton.
Sedangkan kebutuhan per tahun 2017 – 2018 kebutuhan jagung 19.000 ton sehingga masih mengalami defisit.
Pihak dinas pertanian berharap dan terus berusaha meningkatkan produksi pertanian di tahun 2019, sehingg bisa memenuhi kebutuhan bahkan bisa surplus.
Baik Mathias maupun Muhammad bersama para pendamping pertanian berkomitmen untuk meningkatkan produksi pertanian demi pemenuhan kebutuhan tanaman pangan lokal bagi warga Lembata.***
Sandro Wangak
