Ketika Vande Dipolisi, Kopong Dimana ?

suluhnusa.com_Solidaritas Mahasiwa Peduli Lembata (SIMPEL), mempertanyakan kepeduliaan Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, PR yang sampai saat ini masih diam lalu membisu ketika masalah hukum menderah Pater Marselinus Vande Raring, SVD.

SIMPEL bukan hanya sekedar mempertanyakan posisi Mgr. Kopong Kung, tetapi juga memberi apresiasi tidak simpatik. Sebab menurut mereka, apa yang dialami oleh Pater Vande ada kaitannya dengan keimanan Umat Katolik. Sebab masalah hukum yang saat ini sedang dialami oleh Pater Vande, locusnya ada di Gereja Tapolangu dan tempusnya saat perayaan misa. Gereja Tapolangu, masuk dalam wilayah Paroki Hadakewa yang berada di bawah gereja Keuskupan Larantuka.

Sayangnya, sampai dengan saat ini Uskup Mgr. Kopong Kung, PR sebagai gembala Gereja Keuskupan Larantuka belum juga memberikan tanggapan apalagi mengambil sikap. Memang, pater Vande bukan imam projo dan tidak sedang mengemban tugas gembala di keuskupan Larantuka. Saat pater Vande merayakan perayaan misa dirinta berstatus sebagai pastor tamu dan juga sebagai anak tanah yang lahir dari rahim Tanah Lembata.

“Selain itu Gereja seharusnya jangan bisu dalam hal ini. Pihak Keusukpan Larantuka mesti mengmbil sikap. Masa pastor dilaporkn karena khotbah digereja uskup hanya diam ?,” tegas Igo Halimaking, Koordinator SIMPEL, 17 Juni 2016.

Lebih jauh, Igo menegaskan tindakan Ketua dewan Stasi Tapolangun dan Kepala Desa yang melaporkn Pater Vande kepada Bupati Lembata, Yentji Sunur, dinilai sebagai provokator dalam masyarkat.

“Kades dan ketua dewan stasikan umat katolik jadi imannya dipertanyakan,” ungkap Igo, seraya meminta agar Bupati Lembata menarik laporan polisi dan juga Polres Lembata tidak tergesa gesa dalam menanggapi laporan ini.

Toh, apa daya Pater Vande sudah diperiksa, 14 Juni 2016 lalu, walau sebatas sebagai Saksi setelah penyidik Polres Lembata, melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi lainnya. Kita tunggu saja prosesnya. Karena kebenaran walau ditanam dalam batu sekalipun dia akan tumbuh dengan subur. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *