suluhnusa.com_Tanpa Uangpun Bisa Menjadi Pengusaha, inilah kesimpulan dari Kopi Darling ala Wirauswa Muda Singaraja (WMS).
Wirausaha Muda Singaraja (WMS) merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang kewirausahaan, mengadakan Kopi Darat Sambil Sharing atau Kopi Darling Akbar pada Sabtu, 18 Juni 2016 di Beatrix Patesserie and Gourmet Singaraja yang bertemakan “Modal Uang Saja Tidak Cukup Untuk Menjadi Seorang Pengusaha”.
Kopi darling akbar ini menghadirkan dua narasumber yang sangat terkenal dengan bisang usaha yang digelutinya.
Dua narasumber itu adalah Gusti Ngurah Anom atau yang biasa dipanggil dengan Ajik Cok Krisna dan Wayan Kantra. Gusti Ngurah Anom Merupakan pebisnis oleh-oleh khas Bali, kuliner dan konfeksi. Sedangkan I Wayan Kantra adalah pengusaha agrobisnis buah naga dan peternakan.
Acara Kopi Darling ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama diisi oleh Cok Krisna lalu dilanjutkan oleh Wayan Kantra, Sang petani sukses pada sesi kedua. Tiap sesi diberikan waktu 45 menit lalu dijeda dengan makan siang. Namun karena peserta sangat antusias dan sangat tertarik dengan topik yang disampaikan maka lamanya diskusi menjadi molor.
Dalam pemaparannya, Ajik Cok yang sangat spektakuler dalam merintis usaha konfeksinya ini menjadikan tekad dan kerja keras sebagai modal utama dan kejujuran sebagai senjata dalam berbisnis.
Iklas, rasa jengah, produk yang inovatif, keterlibatan pemilik usaha/jiwa pelayan, mengutamakan kerja sama daripada kompetisi, relasi, dan emosional control. Menurutnya, dalam menjalankan usaha, percaya diri sangat mutlak dibutuhkan. Jangan pernah putus asa, tekun dan yakini, niscaya pasti ada hasil.
Berbeda dengan Cok Krisna, I Wayan Kantra pengusaha asal desa Bulian kecamatan Kubutambahan ini mengawali usahanya di bidang peternakan babi dan sapi. Melihat limbah yang banyak dan tidak digunakan secara maksimal ini, Ia mengekpsansikan usahanya di bidang pertanian buah naga. Pebisnis yang humoris ini mengatakan dirinya mampu membayar tenaga kerjanya hanya dengan menggunakan limbah dari peternakannya saja.
Dan menjadikan uang bukan modal utama. Melainkan bagaimana bisa melihat peluang dan keberanian dalam berinvestasi dalam jumlah yang besar untuk mendapatkan hasil maksimal. Menurutnya, bisnis di bidang pertanian sebaiknya dalam jumlah yang besar untuk mengurangi cost atau pengeluaran.
Peserta seminar ada dari beberapa Panti Asuhan, SMA dan SMK, masyarakat umum, dan tentunya dengan para anggota WMS.
Menurut salah satu peserta seminar yang enggan disebutkan namanya, ia tertarik menjadi pengusaha karena pengusaha itu bias menjadi bos untuk diri sendiri, tidak diatur oleh orang lain, dan bias berkreasi sendiri sehingga pemikiran inovatif akan terus tumbuh.
Sementara itu, IGBN Dipta Negara selaku Ketua Umum WMS yang ditemui setelah acara mengatakan pelibatan anak-anak panti asuhan dan SMA/SMK ini tujuannya adalah untuk meningkatkan semangat berwirausaha anak-anak sejak dini.
“Pengenalan mereka terhadap pengusaha atau praktisi secara langsung otomatis akan mampu menggiring otak bawah sadar mereka ke dalam situasi yang disampaikan oleh narasumber, dengan demikian harapan kita jiwa kewirausaan akan tertular kepada mereka sejak dini”, ujar Dipta Negara.
Acara yang dipandu oleh Gede Agus Arya Saputra, yang merupakan salah satu anggota WMS ini termasuk sukses, terbukti peserta masih terus terpukau dengan acara ini dan di sela-sela acara moderator ini mampu menggiring peserta dalam gelak tawa.
Acara kopidarling ini adalah acara bulanan WMS yang menghadirkan pelaku-pelaku bisnis yang inspiratif dan inovatif, instansi perbankan, dan narasumber yang memiliki jenis kegiatan yang relevan dengan bisang kewirausahaan.
Dengan demikian, diharapkan para pengusaha muda dan calon pengusaha memiliki informasi yang mendukung mereka dalam berwirausaha. (ninyomansunuasih)
