suluhnusa.com_Lorong-lorong desa yang berbatu, menanjak dan terjal tak mampu menghentikan hentakan kaki regu-regu perlombaan.
SMP Negeri Satu Atap Riangpuho, salah satu sekolah yang dikategorikan sekolah pada daerah terpencil di kabupaten Flores Timur juga melaksanakan perlombaan yang sama namun pada kondisi yang tidak senasib dengan teman-temannya di kota.
Terik matahari yang kian genit berkolaborasi dengan rombongan debu begitu apik merintangi setiap pandang mata menyapa regu gerak jalan dari kelas VIIA, VIIB, VIIIA, VIIIB, VIIIC, IXA, IXB.
Kepala Sekolah, Agustinus Arkian Hajon, S.Pd melepas rombongan gerak jalan di Lapangan Sepak Bola Luro Burak, desa Waibao. Dalam arahan singkatnya, Hadjon menyulut semangat siswa-siswi peserta perlombaan gerak jalan dengan menegaskan bahwa sebagai generasi penerus kita wajib mensyukuri kemerdekaan yang kita nikmati dengan cuma-cuma dengan selalu melibatkan diri pada setiap kegiatan sekolah demi menumbuhkan dan merawat sikap hidup kebangsaan dan nasionalisme pada diri kita masing-masing.
Sembari membusungkan dada dengan tatapan mata yang tajam,ketujuh regu peserta perlombaan yang mewakili kelasnya masing-masing melangkahkan kaki dengan tegas di setiap lorong Desa Waibao.
Medan lorong-lorong desa yang didominasi oleh tanjakan dan turunan seolah tak mampu menghentikan hentakan kaki setiap regu peserta perlombaan.
Badan jalan yang selalu dikerumuni beragam bebatuan seolah takluk pada derap langkah barisan yang semakin lincah. Keringat yang terus mengucur enteng dari kening wajah siswa-siswi peserta perlombaan turut meriahkan semangat peserta perlombaan.
Siswa-siswi SMP Negeri Satu Atap Riangpuho yang dalam kesehariannya telah menempuh dan ditempah oleh kehebatan alam tampak gagah dalam setiap variasi gerakan.
Perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dari tangan penjajah telah melewati sebuah rentang waktu dan bentang ruang yang panjang dan tidak gampang.
Banyak para pejuang sejati lahir dari pelosok. Para gerilyawan dari pelosok-pelosok di negeri ini telah mempertaruhkan nyawanya untuk melepaskan diri dari lilitan cambuk penjajah. Sebuah perjuangan yang lahir dari segala keterbelakangan dan keterbatasan sama sekali tidak pernah menyurutkan semangat juang para gerilyawan.
Semangat berkorban para pejuang hebat ini telah menghantar Negara Republik Indonesia pada sebuah catatan sejarah penting. Tujuh puluh tahun silam tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta mengatasnamai seluruh bangsa Indonesia mendeklarasi dan mengumandangkan gaung Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada dunia dan dari kota sampai pada pelosok-pelosok seantero Indonesia.
Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 pada tanggal 17 Agustus 2015, pengurus OSIS SMP Negeri Satu Atap Riangpuho, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur menggelar beberapa kegiatan berupa pertandingan dan perlombaan antar kelas pada lingkup sekolah mulai dari tanggal 10 Agustus sampai dengan 15 Agustus 2015 lalu.
Dari beberapa kegiatan pertandingan dan perlombaan yang digelar,salah satu mata lomba yang sangat menggelitik setiap mata yang menyaksikan adalah perlombaan gerak jalan. Disaat sekolah-sekolah di kota meriahrayakan HUT RI dengan perlombaan gerak jalan melintasi jalanan yang sudah terpoles dengan aspal mulus, siswa-siswai SMP Negeri Satu Atap Riangpuho harus berbesar hati untuk tidak menikmati hal yang serupa.
Meskipun aroma kemerdekaan sering menjauh dari pelosok namun siswa-siswi SMP Negeri Satu Atap Riangpuho tetap menunjukan rasa kecintaan dan kebangsaannya dengan turut meriahrayakan HUT RI ke-70 dari sudut ujung timur, Flores Timur.
Diatas bebatuan mereka merayakan HUT Republik Indonesia yang sudah merdeka.
Benediktus Bereng Lanan
Wakil Ketua Seksi Dokumentasi dan Publikasi Agupena Flotim
Email:berenglanan@yahoo.com
Nomor Handphone:0823 0180 8022
