suluhnusa.com_Hasil monitoring Dewan Pendidikan Kota Kupang selama selama tiga hari penerimaan siswa baru, ditemukan banyak sekolah yang tidak mengikuti petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana.
Proses penerimaan siswa baru mulai Senin 14 – Rabu 16 Juli 2014 pada sejumlah sekolah menengah di Kota Kupang menemukan sejumlah sekolah yang tidak mentaati Petunjuk Teknis (Juknis) Penerimaan Siswa Baru.
Yang semestinya ada kewajiban sekolah membuat peringkat jumlah nilai dari tertinggi hingga terendah bagi siswa yang telah mendaftar, dan menempelkan di lokasi sekolah yang mudah/dapat dipantau bagi calon siswa yang akan mendaftar atau yang telah mendaftar.
Seperti halnya yang terjadi di SMAN 2, SMAN 5, SMPN 8 dan SMPN 5 dimana sekolah dimaksud tidak mengumumkan atau tidak terpanpang peringkatnilai seperti yang diamanatkan Juknis.
“Jadi setelah tiga hari ini kami melakukan pantauan dan kami temukan ada sekolah yang tak tak Juknis, hal ini yang akan kami laporkan kepada kepala daerah dalam hal ini Walikota Kupang untuk selanjutnya mengambil langkah selanjutnya,” demikian di jelaskan Wakil Ketua Dewan Pendidikan kota Kupang Markus Hendrik di Kantor Dewan Pendidikan Kota Kupang Kamis, 17 Juli 2014.
Markus Hendrik berharap dengan rekomendasi yang akan di laporkan kepada Walikota nantinya di tindak lanjuti demi perbaikan di tahun mendatang.
Sementara itu, di tempat yang sama David Netta selaku Ketua Dewan Pendidikan Kota Kupang menyatakan, menaruh apresiasi kepada Walikota hingga kepala sekolah se Kota Kupang yang telah menerapkan aturan dalam penerimaan siswa bari 2014 ini agar tidak ada pungutan pada sekolah negeri.
Masih menurut Netta, Dewan Pendidikan menghimbau calon siswa yang tidak tertampung pada sekolah negeri agar mendaftar di sekolah swasta yang masih membuka pendaftaran. Dan bagi Komite sekolah agar turut mendukung dan memantau Juknis yang ada.
Menurut rencana Jumat, 18 Juli 2014 Dewan pendidikan Kota Kupang akan melakukan pemantauan si sejumlah sekolah Negeri yang ada di pingguran seperti SMAN 10, SMAN 11, SMPN 7 serta sejumlah sekolah negeri lainnya. (goris takene)
