Rakerdik dan Ruang Inovasi Bersama Majukan Pendidikan di Atadei

Perubahan dunia pendidikan menuntut setiap pendidik untuk terus belajar, beradaptasi, dan membangun budaya kolaborasi

LEMBATA – Semangat meningkatkan mutu pendidikan kembali ditunjukkan oleh para guru dan kepala sekolah jenjang SMP di Kecamatan Atadei melalui kegiatan Rapat Kerja Pendidikan (Rakerdik) MGMP dan MKKS SMP Kecamatan Atadei yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 6–7 Agustus 2026, di SMP Negeri 1 Atadei.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi pendidik, serta menyusun perangkat pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebijakan pendidikan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lembata, Bapak Karel Sakeng, yang hadir didampingi Pengawas Binaan SMP Kecamatan Atadei, Bapak Yohanea Samon Lian.

Dalam sambutannya, Karel Sakeng mengajak seluruh guru dan kepala sekolah untuk terus meningkatkan profesionalisme serta menjadikan MGMP dan MKKS sebagai motor penggerak peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Lembata.

Menurutnya, perubahan dunia pendidikan menuntut setiap pendidik untuk terus belajar, beradaptasi, dan membangun budaya kolaborasi yang kuat demi menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.

“Guru adalah ujung tombak perubahan. Ketika guru terus belajar, saling berbagi, dan berkolaborasi, maka kualitas pendidikan akan ikut bertumbuh. MGMP dan MKKS harus menjadi ruang lahirnya inovasi serta solusi bagi berbagai tantangan pembelajaran di sekolah,”* ujar Kor Sakeng saat membuka kegiatan.

Pada sesi materi, Pengawas Binaan SMP Kecamatan Atadei, Yohanes Samon Lian, memaparkan Rapor Pendidikan Kabupaten Lembata dan hasil Evaluasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP Kecamatan Atadei.

Melalui analisis data tersebut, peserta diajak memahami capaian indikator pendidikan, mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi sekolah, serta merumuskan strategi peningkatan mutu pembelajaran berdasarkan data yang akurat.

Evaluasi ini diharapkan menjadi pijakan dalam menyusun program kerja sekolah dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan.

“Rapor Pendidikan bukan sekadar kumpulan angka, melainkan cermin kualitas layanan pendidikan yang harus dibaca, dianalisis, dan ditindaklanjuti bersama. Begitu pula hasil TKA harus menjadi bahan refleksi untuk memperbaiki proses pembelajaran sehingga berdampak nyata pada peningkatan kompetensi peserta didik,”ungkap Yohanes Samon Lian.

Selain membahas kebijakan pendidikan, Rakerdik juga menghadirkan materi Coding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk Pembelajaran oleh Andreas Puring. Para peserta diperkenalkan pada berbagai pemanfaatan teknologi digital dan AI sebagai alat bantu dalam menyusun bahan ajar, media pembelajaran, asesmen, hingga pengelolaan administrasi guru secara lebih efektif dan efisien.

Materi ini menjadi bekal penting bagi guru dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses belajar mengajar.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berlandaskan prinsip berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) oleh Reinaldo Oktavianus O. K. Wuwur, Guru SMPN 2 Atadei. Para guru bekerja dalam kelompok MGMP sesuai mata pelajaran untuk menyusun modul ajar, perangkat asesmen, dan skenario pembelajaran yang kontekstual.

Hasil kerja tersebut dipresentasikan melalui sesi presentasi dan peer teaching, sehingga setiap peserta dapat saling memberikan masukan, berbagi pengalaman, dan memperkaya praktik pembelajaran yang akan diterapkan di sekolah masing-masing.

Vinsensius Pati, Selaku sekretaris MKS, juga kepala SMPN 2 Atadei, menyampaikan bahwa Rakerdik tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga memperkuat budaya belajar bersama di lingkungan MGMP dan MKKS.

Forum ini diharapkan lahir berbagai inovasi pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Atadei.

Lebih dari sekadar forum koordinasi, MGMP merupakan komunitas belajar profesional bagi guru, tempat setiap pendidik dapat saling berbagi pengalaman, bertukar ide, berdiskusi, dan melengkapi kekurangan satu sama lain.

Tidak ada guru yang mampu menghadapi perubahan pendidikan seorang diri. Tantangan pembelajaran abad ke-21, perkembangan teknologi, hingga perubahan kebijakan pendidikan hanya dapat dijawab melalui kolaborasi yang kuat antarguru, kepala sekolah, pengawas, dan Dinas Pendidikan. Dari ruang-ruang diskusi seperti inilah lahir berbagai inovasi yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.

Rakerdik MGMP dan MKKS SMP Kecamatan Atadei tahun 2026 menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi masih menjadi kekuatan utama dalam membangun pendidikan.

Dengan sinergi antara Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, dan para guru, diharapkan lahir pembelajaran yang semakin berkualitas, relevan dengan perkembangan zaman, dan mampu mencetak generasi Kabupaten Lembata yang cerdas, berkarakter, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Semangat kebersamaan yang terbangun selama dua hari kegiatan ini diharapkan terus hidup dalam setiap aktivitas MGMP sebagai wadah profesional yang menggerakkan perubahan nyata bagi kemajuan pendidikan di Kecamatan Atadei.+++


yosi.k


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *