suluhnusa.com_Memilih pemimpin harus dengan rasio. Pililah dengan alasan yang rasional. Jangan dengan emosi. Kerena ketika memilih pemimpin dengan emosi maka mengaburkan rasio dan hati nurani.
Hal ini disampaikan oleh Made Mangku Pastika, dihadapan ratusan orang yang tergabung dalam koalisi Merah Putih mendukungh Capres-Cawapres Prabowo-Hatta di Sekar Tunjung Center, 1 Juni 2014.
Mangku Pastika pun menganalogikan bahwa hidup harus memilih. Dalam hidup hanya ada dua pilihan. Pilih A atau Pilih B. Kalau memilih A maka jangan memilih B.
Sama halnya dengan memilih pemimpin dalam hal ini menentukan pilihan untuk Presiden dan Wakil Presiden, RI lima tahun mendatang. Dia menegaskan, dirinya menjatuhkan pilihan untuk memberikan dukungan kepada Prabowo-Hatta bukan karena balas budi terhadap partai pengusungnya sewaktu pilgub. Atau bukan karena Partai Demokrat, yang mendorong dirinya pada pilgub lalu.
Sebab, dirinya sebagai anggota Partai Demokrat berbicara dan memberikan dukungan kepada Prabowo-Hatta sehari sebelum Demokrat menentukan pilihan mendukung Prabowo-Hatta. Pun dirinya memberikan pilihan untuk mendukung Prabowo-Hatta bukan sebagai Gubernur Bali tetapi sebagai seorang pribadi Made Mangku Pastika.
“Saya mendukung Bung Prabowo-Bung Hatta bukan sebagai Gubernur Bali tetapi sebagai pribadi, Made Mangku Pastika yang memiliki indikator yang rasional untuk menentukan presiden dan wakil presiden” tegas Pastika.
Alasan rasional yang pertama adalah, karena Prabowo-Hatta adalah figur yang pro-patria -cinta tanah air, atau keren disebut patriotik.
Mangku Pastika lalu bercerita, dirinya mengenal Prabowo Subianto sejak mereka masih di AKABRI tahun 1974. Saat itu, Pastika mengisahkan, ada program pertukaran Taruna AKABRI antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia. Ada sekitar 18 orang Taruna AKABRI yang dikirim ke Australia, yakni 15 Taruna Angkatan Darat salah satunya Prabowo Subianto, 1 Taruna Angkatan Udara bernama Hartono, 1 Taruna Angkatan Laut dan dari Kepolisian adalah Made Mangku Pastika.
“Saat tiba di Australia untuk menjalani program pertukaran itu, kami dikasih uang oleh Pemerintah Australia. Apa yang terjadi ?Prabowo tegas menolak dan mengatakan kami tentara Tentara Indonesia, bukan tentara bayaran. Kami sama-sama lahir dari Akabri. Saya tahu betul bagaimana beliau berjiwa patriot, cinta tanak air, tegas, berwibawa, dan tahu soal keamanan,” ujar Mangku Pastika.
Alasan yang kedua, karena pasangan Prabowo-Hatta adalah pasangan yang cerdas. Buktinya ? Prabowo itu, dikisahkan Mangku Pastika, dilahrikan dari keluarga yang sudah mapan segalanya. Mengenyam pendidikan menengah atas di Inggris. Dia sekolah di Luar Negeri tetapi mau masuk AKABRI itu bukti jiwa patriotik sekaligus cerdas. Bayangkan, seorang mantan Komandan Koppasus, lalu menjadi pengusaha, pengusaha lain mengeruk hasil bumi di dalam negeri dan uang dibawah ke Luar Negeri, tidak demikian dengan Prabowo.
“Prabowo menjadi pengusaha tambang di luar Negeri dan membawa uang masuk ke Indonesia,” kata Pastika. Cerdas sekaligus patriotik, bukan ?
Kecerdasan itu juga terbukti pada diri Hatta Rajasa. Apa buktinya ? Perekonomian indonesia saat ini sudah masuk dalam sepuluh besar dunia, saat Hatta Rajasa menjadi Menteri Perekonomian berkat ide LP3EI itu. Program percepatan pembangunan ekonomi Indonesia, adalah ide cerdas Hatta Rajasa membawa Ekonomi Indonesia masuk sepuluh besar dunia. Andaikan program LP3EI ini tidak lagi diteruskan, maka sudah tentu berdampak pada laju pembangunan ekonomi Negara Indonesia.
Soal berwibawa dan tegas jangan lagi diragukan. Pastika pun menyinggung soal pemimpin yang merakyat. Bahwa, Pemimpin yang merakyat bukan sekedar blusukan di gorong-gorong dan lahan persawahan atau pasar.
Pemimpin yang merakyat adalah pemimpin yang memiliki program kerja yang pro dengan rakyat. “Dengan blusukan ke gorong-gorong, persawahan dan pasar, apakah itu sudah cukup seorang pemimpin disebut merakyat ?,“ tanya Pastika retoris yang membuat para pendukung Prabowo-Hatta yang hadir di STC, mekenyem-mekenyem, (senyum simpul-red). (sandrowangak)

Gubernur Pastika tidak Rasional,gmn prabowo perna d pecat dr TNI ko mala disuru jd Presiden!!!