suluhnusa.com_Saat ini masyarakt semakin cerdas da;lam memilih sekolah untuk tempat anaknya menimbah ilmu. Bukan soal faktor jarak saja, tetapi prestasi sekolah menjadi pertimbangan.
Ini yang dilakukan oleh SMP 3 Denpasar. Perlu diketahui bahwa murid memiliki kesukaan, hobi, minat, bakat serta kegemaran tertentu, minat merupakan dorongan-dorongan psikis atau motif yang menyebabkan seseorang merasa senang terhadap segala sesuatu yang memang diminatinya.
Minat juga menggambarkan citra estetis terhadap selera yang kemudian menjadi bagian dari pribadi setiap orang. Kegemaran merupakan bentuk ekspresi dari minat. Seseorang merasa gembira dan puas apabila ia melakukan aktivitas yang memang digemarinya.
Minat, bakat dan kegemaran merupakan kebutuhan psikis yang perlu dipenuhi, sehingga memerlukan pola pembinaan dan pengarahan agar menjadi potensi positif yang menunjang prestasi, dalam menempuh studi, siswa tidak akan luput dari kebutuhan psikis tersebut. Minat, bakat dan kegemaran siswa dapat terwujud selain materi pokok sekolah yaitu ekstrakulikuler.
Untuk itu, pembinaan di bidang minat bakat ini merupakan suatu upaya membangun kondisi dan situasi di Sekolah secara kondusif agar para anak didik dapat mengembangkan potensi-potensi dirinya, memperoleh dorongan atau motivasi dari lingkungan sosialnya, serta dapat memacu prestasi dirinya. Pada sisi yang lain melalui berbagai aktivitas tersebut dikondisikan bagaimana siswa belajar berinteraksi dan komunikasi dengan masyarakat, sehingga mereka akan lebih mengenal tempat nantinya akan kembali.
Pembinaan dibidang minat, Bakat ini berupa pelembagaan aktivitas siswa ke dalam Unit-unit Kegiatan siswa,seperti OSIS terdiri atas Unit Kegiatan Olah Raga, dan lain-lain.
Kepala sekolah SMP 3 Denpasar I Wayan Murdana, menjelaskan berbagai langkah kegiatandisalurkan disekolah untuk membina bakat dan hoby, masing-masing siswa.
Visi dan Misi Sekolah
Keberhasilan kepala sekolah di sekolah unggul dapat menyuarakan visi-misi tidak hanya kepada guru, namun kepada orang tua siswa dan masyarakat pada umumnya.
Kejelasan visi-misi terefleksi pada berbagai indikator keunggulan yang memenuhi kepuasan dan kebanggaan siswa maupun orang tua. Keunggulan impian semua orang untuk itu seperti kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah yang di jalan Jepun no 5 Denpasar Prestasi tahun lalu pada ujian nasional di Bali diraih mendapat rangking dua, itu tetap dipertahankan malah ditingkatkan ungkap kepala sekolah .

I Wayan Murdana, Spd, M. Psi menuturkan berbuat banyak dalam proses belajar mengajar, dalam mencerdaskan anak didik kita maka berbagai metode yang diprogramkan untuk meningkatkan kwalitas peserta didik tersebut.
“Dengan prestasi diraih masyarakat sudah percaya dan ini dipertahankan maka proses belajar megajar dilasanakan secara kerative” ungkap Murdana.
Sekarang Kurikulum 2013 dengan sebelumnya tidak jauh berbeda, siswa lebih aktif lebih banyak berbuat dari pada guru, pegajar sebagai fasilitator atau menjebatani saja.
Kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan, yang pada dasarnya kurikulum memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Komponen merupakan satu sistem dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Megenai Kurikulum 2013 dengan sebelumnya tidak jauh berbeda, siswa lebih aktif lebih banyak berbuat dari pada guru, pegajar sebagai fasilitator atau menjebatani saja,” kata Murdana.
Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa pemerintah daerah harus mengembangkan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan menjadi bertaraf internasional. “Ini yang harus kami lakukan,” tuturnya.(habib)
