DPRD Lembata Minta PT. Anak Lembata Group Perbaiki Jalan Yang Jebol

LEMBATA, SULUH NUSA – KUALITAS jalan yang dikerjakan dengan dana Pinjama PEN oleh PT. Anak Lembata Group berkualitas buruk. Baru selesai dikerjakan empat bulan jalan sudah jebol di beberapa titik. DPRD Lembata minta segera diperbaiki.

 

PT. Anak Lembata Group yang mendapat pekerjaan jalan di Ile Ape sebanyak tiga segmen menuai masalah.  Padahal soal kualitas, Dedy Irianto Direkrtur CV. Timber Jaya Sub Kontrak  PT. Anak Lembata Group sesumbar di hadapan, Paulus.Makarius Dolu Wakil Ketua Komisi II DPRD Lembata bahwa mengutamakan kualitas pekerjaan.

 

Sayangnya, sesumbar Dedy terkait jaminan kualitas ini jauh dari kenyataan, sebab jalan yang baru saja selesai dikerjakan bulan November 2022  sudah jebol dua kali.


Warga Lembata Sesalkan Kualitas Jalan PEN, Segmen Waiara Riangbao, Belum Setahun Sudah Jebol Dua Kali


Ketua,. wakil Ketua dan Anggota Komisi II DPRD Lembata langsung memberi warning (Peringatan) kepada kontraktor pelaksana PT. Anak Lembata Group.

 

Piter Bala Wukak, Ketua Komisi II DPRD Lembata kepada SuluhNusa (weeklyline media network), selain memberi peringatan juga tegas meminta kontraktor pelaksana untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

 

“Suruh kontraktor kerjakan kembali yang diduga bermasalah. Kontraktor dihimbau untuk tetap menjaga kualitas pekerjaan”, tegas Bala Wukak.

 

Hal senada juga disampaikan Hasan Baha,  Anggota DPRD Lembata asal Ile Ape yang juga anggota Komisi II, menyesalkan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Kontraktor Pengawas dan Dinas PU melalui PPK sehingga Kontraktor Pelaksana mengabaikan kualitas pekerjaan.

 

“Menyayangkan pekerjaan proyek yang tidak standar sesuai dengan bestek jadi muda rusak, semua pihak termasuk DPR sudah  mewanti wanti tentang kualitas jalan yang berkualitas, olehnya pemerintah harus tetap konsisten terhadap kualitas dan memperbaiki jalan yang rusak”, tutur Hasan.

 

Politisi Partai Amanat Nasional ini menilai Dinas PU dan Kontraktor Pelaksana sungguh sungguh mengabaikan kontrol masyarakat dan DPRD terkait kualitas pekerjaan jalan yang menggunakan dana pinjaman PEN darin PT. SMI ini.

 

“Kalo kondisinya seperti itu maka pemerintah tidak memperhatikan serius kontrol dewan, soal kualitas”, tegasnya.


Proyek PEN Menuai Polemik, Muli Kedang Ajak PPK Bungkus Pakaian ke Penjara


Paulus Makarius Dolu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Lembata, memberi apresiasi bukan kepada Kontraktor Pelaksana tetapi apresiasi kepada masyarakat.

 

“Saya beri apresiasi kepada masyarakat yang setia memberikan informasi terkait titik titik kerusakan jalan ini. Hendaklah semua masyarakat mengambil peran ini”, ungkap Paul Dolu.

 

Anggota DPRD Lembata dari Partai Gerindra ini meminta agar PT. Anak Lembata Group segera memperbaiki kerusakan yang ada sebelum habis masa kontrak pada bulan maret 2023.

 

“Terhadap kerusakan agar segera diperbaiki oleh rekanan. Kerusakan itu pasti terjadi di titik titik tertentu maka segera ditangani agar kerusakannya jangan meluas. Tidak ada alasan untuk.tidak diperbaiki”, tegas Dolu.

 

Bahkan Dolu, lebih jauh mengingatkan PPK untuk tidak menerima pwkerjaan yang rusak atau tidak sesuai kontrak.

 

“Kepada PPK saya peringatkan agar tidak boleh menerima pekerjaan yang rusak atau tidak sesuai kontrak. Terhadap material yg terhambur dibadan jalan pun harus dibersikan dan ini saya sampaikan kepada semua PPK agar material sisa pekerjaan yang menumpuk di jalan atau dalam got agak dibersikan sehingga tidak mengganggu kenyamanan dan kelancaran lalu lintas”, tegas Paul Dolu, 23 Februari 2023.


Banyak Proyek Jalan di Lembata Diduga Siluman


Sebelumnya diberitakan Felesianus Boli Aman Tedemaking selaku PPK Peningkatan jalan Pasak Raja-Lemau-Riangbao-Laranwutun (Sp. Waiara Segmen Polsubsektor Ile Ape-Riangbao dikerjakan oleh PT. Anak Lembata Group dengan nilai kontrak Rp.17.980.730.000 mengaku badan jalan yang jebol di titik SD Inpres Muruona.

 

“Titik depan SD (SD Inpres Muruona-red) itu kemarin sudah diperbaiki tapi masih kondisi belum stabil jadi masi diperbaiki lagi”, ungkap Boli Aman kepada SuluhNusa (weeklyline media network) ketika di konfirmasi melalui WhatsApp, 21 Februari 2023 malam.

 

Ia mengaku titik yang rusak tersebut sudah diperbaiki dan akan diperbaiki lagi sembari meminta kepada media ini agar menunjukkan kerusakan pada titik lain agar diperbaiki oleh pihak kontraktor.

 

Sementara itu, pihak kontraktor PT. Anak Lembata Group, Dedy Irianto dikonfirmasi SuluhNusa (weeklyline media network) melalui saluran telepon masih bungkam dan tidak memberikan penjelasan sebagai bagian dari pertanggungjawaban pekerjaan jalan yang rusak tersebut. +++sandrowangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *