Demi Keamanan,  Pelantikan Kades  Se Daratan Adonara Ditunda

SULUH NUSA, FLORES TIMUR – Sejumlah kepala desa (kades) pemenang Pilkades Serentak 2021 di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur NTT nampaknya bakal belum bisa duduk di kursi pemerintahan tepat waktu. Karena, pelantikan Kades hasil pilkades 16 Oktober 2021 itu ditunda.

Awalnya, rencana pelantikan dilakukan secara terpusat oleh Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon, 30 Desember 2021 di Taman Baca SDK Hinga, Desa Hinga, Kecamatan Klubagolit.

Penundaan pelantikan ini disampaikan secara resmi oleh Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon, melalui surat dengan nomor : DPMD.410/403/PPPD/2021 dengan sifat penting, perihal penundaan pelantikan kepala desa.

Surat yang ditujukan kepada para camat sedaratan Adonara tersebut menyebutkan alasan penundaan pelantikan kepala desa se daratan Adonara karena pertimbangan kamtibmas.

“Berdasarka hasil rapat forum koordinasi pimpinan daerah (Forkompinda) Kabupaten Flores Timur tanggal 29 Desember 2021 terkait kondisi terkini kamtibmas di Kabupaten Flores Timur menjelang Tahun Baru khususnya di Pulau Adonara maka disampaikan kepada saudara bahwa pelaksanaan pelanikan kepala desa serentak se daratan Adonara hasil pilkades serentak tahun 2021 yang rencananya dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Desember 2021 ditunda dan pelaksanaannya akan disampaikan dalam kesempatan pertama,” tulis Bupati Anton dalam surat tertanggal 29 Desember 2021 tersebut.

Sementara itu beredar pesan penundaan dengan judul informasi penting yng memberitahukan tentang penundaan pelantikan tersebut dan jadwal ulang pelantikan.


INFO PENTING

πππππππππππππ

DASAR penyampaian lisan pertelpon dari pak Asisten 3 SETDA di tujukn Camat se Adonara’ sesuai hasil Rapat FORKOPIMDA (yang akan ditindaklanjuti  secara tertulis) sehubungan dengan rencana Pelantikan Kepala Desa se Adonara yang terpusat di Aula Taman Baca SDK Hinga, yang sedianya dilaksanakan besok, Hari/Tanggal: Kamis, 30 Desember 2021., sehubungan dengan pertimbangan kondisi khusus maka DINYATAKAN DITUNDA., dan segera dijadwalkan kemudian pada awal Januari 2022.

 MOHON informasi penundaan ini diteruskan kepada Kepala Desa terpilih dan unsur terkait lainnya untuk dimaklumi.

 TERIMA KASIH


Menurut sumber Suluh Nusa (weeklyline media network), yang meminta namanya tidak ditulis membeberkan, pesan Whats App yang beredar itu berasal dari Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur.

Sebelumnya diberitakan, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Flores Timur yang digelar serentak pada 16 Oktober 2021 lalu berujung polemik. Dari 118 desa yang menggelar Pilkades, 12 desa telah resmi mengajukan gugatan sengketa ke panitia Pilkades kabupaten Flotim.

Sengketa ini pun melahirkan rekomendasi yang diajukan panitia ke bupati untuk diputuskan. Hasilnya, lima desa yakni Desa Lewoingu kecamatan Titehena, Desa Sinarhading, Kecamatan Lewolema, Desa Bantala, Kecamatan Lewolema dan Desa Kolilanang kecamatan Adonara dan Desa Balaweling, Kecamatan Witihama dibatalkan pelantikannya terhadap kepala desa terpilih.

Surat keputusan bupati tentang pembatalan pelantikan kepala desa terpilih itu pun menuai protes dari warga. Di Lewoingu, warga sudah melakukan pemblokiran beberapa fasilitas umum seperti kantor desa dan Poskesdes pada 24 Desember.

Sementara di Desa Kolilanang, sebagai wujud kekecewaaanya, warga menutup tiga fasilitas umum yakni, gedung SMKN Adonara, Kantor Desa Kolilanang dan Pasar Rakyat Karawutung. Penutupan itu dilakukan warga, Rabu 29 Desember 2021.

Penutupan fasilitas umum itu dilakukan warga setelah kepala desa terpilih, Ferdinand B. Bain bersama tokoh pemuda dan tokoh adat beraudiens dengan bupati Flotim, Rabu 28 Desember 2021 di rumah jabatan bupati. Sebelumnya, mereka juga sempat beraudiens dengan bupati pada 26 Desember lalu.

Dalam audiens itu, mereka meminta bupati segera meninjau ulang keputusannya sebelum jadwal pelantikan kepala desa terpilih di Pulau Adonara yang digelar terpusat di Desa Hinga Kecamatan Kelubagolit, Kamis 30 Desember 2021.

Meski demikian, dihadapan warga, bupati mengaku akan tetap melakukan pelantikan dan berjanji akan melakukan rapat koordinasi dengan panitia Pilkades kabupaten terkait polemik itu.

Tak puas dengan jawaban itu, massa pendukung kepala desa terpilih Ferdinand B. Bain yang batal dilantik langsung melakukan aksi pemblokiran terhadap beberapa fasilitas umum.

Kejadian penutupan fasilitas umum oleh warga Desa kolilanang ini dilakukan pada pagi hari dan sore harinya Bupati Flores Timur, Anton Gge Hadjon bersama Forkompinda menggelar rapat dan memutuskan tunda pelantikan kepala desa se daratab Adonara yang rencananya dilaksanakan, 30 Desember 2021. (*/ola/sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *