suluhnusa.com – Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Lembata (AMPPERA) Kupang kembali turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi mengusut ambruknya oprid jembatan Waima yang menghubungkan dua Kecamatan di Kabupaten Lembata yakni Kecamatan Nagawutung dan Kecamatan Nubatukan.
Alfons Making selaku Koorlap Aksi menjelaskan, kedatangan AMPPERA Kupang di Kantor Gubernur untuk meminta Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat agar turut memperhatikan adanya indikasi korupsi proyek Jembatan Waima melalui pihak penegak hukum di NTT maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Ada indikasi Korupsi dalam pengerjaan jembatan Wai Ma di Lembata. Oleh karena itu kami minta Gubernur NTT sebagai pimpinan tertinggi di NTT, tidak menutup mata. Pak Gubernur agar serius memperhatikan hal ini. Karena ambruknya jembatan Wai Ma sudah menjadi sebuah kasus di NTT,” ujar aktivis PMKRI Cabang Kupang ini.
Namun, Gubenur NTT dan Wakil Gubenur NTT sedang bertugas di luar Kota Kupang sehingga, AMPPERA Kupang diterima oleh pihak Humas NTT.
AMPPERA Kupang tidak menyerahkan pernyataan sikap dalam aksi tersebut ke pihak Pemprov NTT mengingatk ketidakhadiran Gubernur NTT.
Mereka menilai Pihak kontaktor pelaksana terkesan mengabaikan bebagai aspek, sehingga ada dugaan mark up dalam pelaksaan proyek ini.
AMPPERA Kupang untuk yang kedua kalinya turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes atas kegagalan Pemerintah Lembata dan elemen terkait sebagai penanggung jawab pembangunan jembatan Waima.
Aksi ini berlangsung di Jalan El Tari, depan Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Senin (10/12/2018) sekiar jam 10.30 Wita, dengan tujuan ke Kantor Gubenur NTT.
***
sisko hugu
