Empat Kapal Mangkrak, Diduga Bahan Dibawah Standar

suluhnusa.com – Sebanyak empat buah kapal bantuan Pemerintah Propinsi NTT kepada masyarakat kelompok tani nelayan Desa Keliwumbu kecamatan Mauroleh Kabupaten Ende tidak dapat di fungsikan.

Berdasarkan pantauan media ini pada hari Rabu, 07 Desembar 2016 di sekitar pesisir pantai Ropa Desa Keliwumbu Kecamatan Mauroleh Kabupaten Ende. Terdapat empat unit kapal Viber 3 GT terlihat parkir di sekitar pinggiran Pantai Ropa.

Informasi yang di himpun oleh media ini dari masyarakat di sekitar pantai tersebut bahwa kapal ini di perbantukan sekitar tahun 2014 lalu tetapi suda terlihat berlabuh sejak beberapa bulan terakhir ini.

Hal ini di sebabkan oleh kualitas kapal yang di adakan tidak sesuai dengan potensi ombak di daerah kita ini sehingga kapal mudah rusak.

Boi (35 ) salah seorang warga Desa Waka yang di temui di Pante Ropa yang sedang mau melakuan aktifitasnya melaut ketika di minta tanggapan terkait dengan kondisi kapal yang belum lama di perbantukan tetapi sudah tidak dapat si fiungsikan,.

“Kapal jenis viber yang diperbantukan ini sepertinya hanya untuk memenuhi jenis tender pekerjaan saja sedangkan kualitas viber yang di gunakan untuk membuat kapal mungkin yang berkualitas di bawah standar, ini di buktikan dengan keadaan kapal yang kita liat sekarang ini kapal tidak mampu bertahan lama dengan kondisi kapal sudah rusak parah,” ungkap Boi.

Untuk itu Boi berharap pemirintah dalam hal ini baik pemerintah pusat maupun daerah kalau ingin punya niat mau membantu masyarakat kecil sebaiknya memilih pihak penyedia yang lebih mengutamakan kualitas dari kapal tersebut sehingga masyarakat dapat manfaat kan dengan baik jangan hanya satu tahun ada dilaut dan masa pemeliharaan selesai akhirnya kapal juga ikut selesai.

Ketua forum pembela masyarakat kecil Adrianus so ketika di minta tanggapannya terkait dengan persoalan kapal ini beliau mengatakan pihak nya sangat mengharapakan kepada pemerintah dalam hal ini dinas perikanan dan kelautan Kabupaten Ende yang tentu sebagai perpanjangan tangan agar dapat menyampaikan persoalan ini kepada Dinas Perikanan dan kelautan Propinsi agar kedepannya dalam melakukan pengadaan kapal lebih jeli memili penyedia yang lebing mengutamakan kualitas dari kapal jenis viber tersebut sehingga masyarakat kecil dapat memanfaatkan bantuan tersebut dalam rentan waktu yang lama ketimbang memili penyedia yang hanya mementingkan keuntungan ketimbang kepentingan masyarakat.

Ardian menambahkan kepada pihak penegak hukum terkait dengan masalah tersebut diharapkan untuk melakukan pengawasan dan bila perlu melakuan uji petik terhadap jenis kapal tersebut sehingga kita bisa tau singkron antara anggaran yang di sesiakan dengan kualitas kapal tersebut agar masyarakat kecil tidak hanya di jadikan sebagai korban dan untuk kepentingan individu dalam memperkaya diri.

Hinggga berita ini di turunkan pihak dinas perikanan dan kelautan propinsi belum bisa di konfirmasi terkait tahun bntuan jumlah dana dan sember dana yang digunakan dan penyedia untuk pengadaan kapal tersebut.(f.siga)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *