Siapa Yang Menjerat Angeline ?

suluhnusa.com_Kepala Instalasi Forensik RS Sanglah dr Dudut Rustyadi mengatakan, tidak bisa melakukan idenfikasi terhadap jasad Angeline untuk memastikan, apakah dia mengalami kekerasan seksual atau tidak.

Dia menjelaskan jenazah Angeline sudah hancur sehingga pihaknya tidak mengetahui bahwa Angeline mengalami pelecehan seksual yang dilakukan Agus mantan pembantu Margareta ibu angkat Angeline.

“Kami tidak bisa mengidentifikasi kalau ada tanda kekerasan seksual. Pasalnya mayat ini sudah lebih dari tiga minggu, dan keadaanya sudah membusuk,”usai mengikuti pra rekonstruksi di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Kamis 11 Juni 2015.

Dia menjelaskan, kematian Angeline ini disebabkan akibat benturan dikepalanya.

“Dia meninggal disebebkan benturan dikepalanya itu,”jelasnya.

Sementara jeratan dileher bocah kelas II SDN menurut Dudut itu tidak menjadi satu penyebab tewasnya Angeline.

“Goresan dileher itu tidak bukan menjadi penyebab utama kematian korban,”paparnya.

Dia juga menjelaskan bahwa pihaknya menemukan lebam-lebam di tubuh Angeline. Apabila ditemukan lebam maka sebelum korban meninggal dia sudah dipukuli.

“Tanda lebam itu hanya bisa ketika si korban ini dipukul saat masih hidup. Bukan setelah dia meninggal,”pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol A.A. Made Sudana menegaskan jika ibu angkat Angeline, Margareth (55) tidak terlibat dalam kasus pembunuhan bocah malang itu.

Setelah melakukan penyelidikan secara marathon pada Rabu (10/6) malam hingga Kamis (11/6) pagi menurutnya, Margareth tidak memiliki unsur keterlibatan menyusun rencana membunuh Angeline. Namun malah tersangka Agus security yang diduga kuat membunuh Angeline.

“Sekarang penyelidikan dari malam sampai lagi kita akan tahu peran Agus. Tentunya pasal terberat buat Agus kalau pasal 50 gak lah,” katanya di Denpasar, 11 Juni 2015.

Ditegaskannya, tidak ada keterlibatan ibunya dalam menghabisi gadis mungil yang bersekolah di SD 12 Sanur itu.

“Ibunya tidak terlibat, sekarang kalau dijerat tersangka siapa korbannya akibat matinya Angeline tidak ada andil ibu Margareth,” tukasnya.

Ditanya apakah Margareth juga turut andil dalam memberikan komando dalam membunuh Angeline ditegaskannya tidak ada sama sekali. Bahkan pihaknya sama sekali tidak menemukan sidik jari Margareth di baju Angeline.

“Tidak ada sidik jari dia juga tidak memberi komando,” tandasnya.(kresia)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *