suluhnusa.com_Bola panas terus bergulir di kubu partai Demokrat.
Setelah kisruh pemecatan Gde Pasek Suardika kini DPD Demokrat segera memanggil Kader Elit Demokrat yang saat ini berada di Ormas PPI. Jangankan panggil, diadili sekalipun, siapa takut.?
Pasca dipecatnya Gde Pasek Suardika dari Partai Demokrat, kini Jajaran DPD Demokrat Bali akan mengadili beberapa petinggi Demokrat yang saat ini menukangi PPI.
Mereka disinyalir melanggar kode etik partai. Alhasil kisruh semakin meruncing. Bola panas tentang persoalan menggelinding liar. Sasarannya jelas, yang loyalis Anas dipastikan segera tersingkir.
Dipicuh bola liar ini, beberapa petinggi PPI tak gentar. Bahkan mereka semakin memperuncing persoalan dengan mengagatakan tidak akan pernah takut dengan pemanggilan DPD Partai Demokrat Bali.
Seperti diberitakan sebelumnya, nasib Pasek di Senayan pun semakin tidak jelas karena surat pemberhentiannya dinilai cacat hukum alias tidak sah karena tidak ditandatangani oleh presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang notabene Ketum partai Demokrat sekarang.
Merasa gerah dengan pemberitaan seputar ormas PPI karena diduga bermuatan politis. DPD Demokrat Bali tidak tinggal diam. Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta akan segera memanggil kader elit Demokrat seperti Nyoman Sariawan yang notabene Ketua PPI Bali serta kroni-kroninya.
Dihubungi Jumat (31/1) kemarin, Mudarta mengakui akan segera memanggil pentolan PPI tersebut dikarenakan ada hal-hal yang bersifat teknis yang harus segera diluruskan. Ditanya apakah nantinya akan berujung pemecatan seperti yang dialami Pasek Suardika, Mudarta pun enggan menjawab lebih rinci perihal pemanggilan tersebut.
“Akan segera kita panggil, ini lebih ke hal yang bersifatnya teknis, itu saja, kapan waktunya sedang kita atur,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PPI Bali Nyoman Agung Sariawan dikonfirmasi perihal pemanggilan dirinya yang beredar melalui sebuah medio massa mengatakan, alangkah tidak pantasnya jika DPD memanggil dirinya melalui sebuah medio massa, meski demikian dirinya siap jika dipanggil DPD.
“Saya siap dipanggil oleh DPD dan saya tidak takut dengan pemanggilan ini, apapun hasilnya nanti saya terima kemungkinan yang terburuk adalah saya disingkirkan tapi saya rasa itu tidak mungkin, rugi berat jika Demokrat memecat saya, karena ini berkaitan dengan jumlah suara Demokrat di Buleleng apalagi ini momentnya mau Pileg dan Pilpres, jadi Pak Ketua sebaiknya berfikir kembali,” tukas politisi asal Buleleng ini dengan emosional.
Ditanya perihal kedekatanya dengan Pasek dan Anas, Sariawan dengan tanpa ragu mengakui jika dirinya memang loyanisnya Anas dan Pasek. Karena sebagai sahabat satu angkatan dan satu perjuangan dirinya merasa kasihan dengan kasus yang menimpa sahabat-sahabatnya itu.
“Saya jujur memang loyanisnya pak Anas, Pasek Suardika adalah teman saya di Malang kita sama-sama pokoknya saya support beliau, perihal PPI ini murni ormas, aktivitas PPI sekarang lebih ke kemanusiaan seperti menolong korban banjir ya masyarakat yang tertimpa bencanalah. Apabila pada waktunya nanti akan berubah menjadi organisasi politik ya saya harus pilih salah satu, tapi hati saya tetap Demokrat,” pungkasnya. (kresia)
