SULUH NUSA, FLORES TIMUR – Kamis, 26 Mei 2022, BSM mendapat undangan dari Simpasio Institut untuk mengikuti acara Diskusi Budaya, yang diadakan di Resto dan Cafe Weri.
Acara tersebut merupakan acara Simpasio Institut yang berkolaborasi dengan Lakoat Kujawas dari Timor ,Vidioge dari Labuan Bajo,dan RMI dari Bogor.Didalam komunitas Simpasio Institut ada juga dua orang anggota BSM yakni Enny Papang dan Lasty Lein yang ikut berkolaborasi dengan Simpasio Institut.
Sebelum finisnya di tanggal 26 Mei, Komunitas-komunitas tersebut juga sudah melakukan beberapa hal-hal lain.
Beberapa kegiatan diselenggarakan latihan dasar kepemimpinan, workshop akar rupa dan skrip book , dream box , tes psikologi/MBTI , mengenali diri sendiri dan orang lain, game tebak-tebakan dan pemecahan teka-teki.
Pengenalan setiap komunitas dan lembaga serta observasi dan wawancara sekitaran kota Larantuka. Observasi tersebut dilakukan pada lima titik yaitu, pasar inpres kota Larantuka, para transpuan di Nagi, tenun-menenun di Waibalun, pelabuhan kota Larantuka dan pelabuhan tradisional Pante Palo .
Bintang tamu dari acara tersebut adalah Conrad Good Vibration, Gebbriela Fernandez dan Oncu Echa. Dan juga dihadiri oleh satu-satunya orang yang merupakan penasehat, pendiri dan pendukung dalam Simpasio Institut, Bernadus Tukan.
Conrad Good Vibration adalah penyanyi dan musisi asli kota Nagi yang bertalenta. Gabriela Fernandez seorang artis , musisiwan , pelukis dan juga psikolog.
Oncu Echa adalah seorang transpuan kota Nagi . Oncu Echa juga merupakan seorang penyanyi dan wirausaha.
Gabriela Fernandez adalah seorang yang lulusan serjana psikolog di Yogyakarta.Namun alasan memilih musik karena musik adalah tempat penenangan hati dan pikiran. Selain musik, Gabriela Fernandez juga bergelut di dunia lukis.
Baginya melukis adalah sesuatu hal dimana kita meluangkan apa yang ada dalam pikiran kita menjadi sebuah karya.Dunia kesenian juga bisa menghidupkan diri.
Banyak orang yang memiliki bakat seni tapi tidak mau melakukannya. Jalan yang dipilih Gabriela untuk berkesenian tidaklah mudah tapi seiring berjalannya waktu semuanya menjadi baik-baik saja. Ia sebelumnya memilih psikologi karena mau menyembuhkan diri sendiri karena baginya belum sembuh.
Dari semua itu ,hal yang paling penting adalah “Jadilah Diri Sendiri”.
Conrad adalah seorang penyanyi . Dia menulis lagu-lagu dalam bahasa Nagi.Lirik dari lagu-lagunya banyak yang menggunakan bahasa Nagi total tapi ada juga campuran antara Nagi, Ambon dan Inggris. Dasar memilih bidang seni atau di dunia musik karena ,musik adalah pelarian terbaik dalam kegelisahan dan panggung adalah rumah dan tempat terbaik untuk mengadu. Ingin menjadi berbeda tapi tidak lebih baik dari yang lain.
Menjadi berbeda maka peka apa yang ada dalam diri kita.Media sosial sangat membantu kita untuk mempromosikan bakat yang ada pada diri kita. Zaman sekarang seni bukanlah hobi tapi melainkan profesi.Kenali dari mana anda berasal maka jadilah yang terhebat.
Oncu Echa adalah seorang transpuan yang bergelut juga di dunia kesenian. Dengan kekurangan tapi Oncu Echa tidak nyerah malahan menggunakan kekurangan tersebut sebagai tongkat untuk bangkit dan maju menjadi motivasi untuk hidup menjadi pendukung dalam melakukan sesuatu dan menjadi senjata dalam melakukan sesuatu.
Oncu Echa sendiri merupakan sekretaris VARIA Kota Larantuka. Program yang Oncu Echa garap sangatlah banyak yaitu membantu orang-orang yang sedang berkesusahan atau keluarga yang sedang berduka dengan dana pribadi, melatih kor di Gereja, make up, melatih orang-orang berjalan di atas catwalk dan lain sebagainya.
Oncu Echa menyumbang apa yang ada pada dirinya yaitu seni.
Oncu Echa memiliki teman-teman transpuan lain yang selalu bekerja sama dalam menyukseskan program-program tersebut.
Seni tidak memandang siapapun.Gunakanlah talenta pada diri anda.Jadilah diri sendiri tanpa harus mendengarkan hal-hal negatif. Cintailah dan melestarikan budaya yang ada pada daerah kita. Bekerja tanpa mencintai budaya lokal apa boleh buat .Hidup adalah keputusan. Dari keputusan tersebut kita berhak untuk menentukan jalan hidup.Hidup berprestasi bukan sensasi.
Diskusi yang sangat panjang . Sharing-sharing tentang pengalaman-pengalaman yang di alami.Memberikan motivasi , dukungan dan mendorong agar tetap menjadi diri sendiri dan terus maju.
Apa yang disampaikan oleh ketiga bintang tamu tersebut sangatlah banyak hingga dibukalah sesi tanya jawab.
Ada dua pertanyaan yaitu bagaimana cara menyakinkan orang tua bahwa dari seni kita bisa hidup .Dan bagaimana solusi yang terbaik untuk orang yang belum bergerak dan tidak mau bergerak?.
Pertanyaan yang luar biasa sehingga ketiga bintang tamu tersebut langsung menangkap dan mensharing apa yang pernah mereka alami mereka lalui kepada pertanyaan itu.
Jawaban atas pertanyaan pertama yaitu ayo bangkitkan prestasi bahwa kita adalah mutiara yang harus disepu. Cintailah budaya dan saling menghargai. Cintailah diri sendiri dan menyampaikannya lewat kerja atau perbuatan. Dan cari tau penghalang yang akan datang.
Answer second question , membiarkan dia berjalan.Kita tidak bisa selalu ada tetapi membantu dengan apa adanya.Jangan simpan duka dan jangan sekedar curhat.Masalah adalah kekuatan.Setiap masalah pasti ada solusi . Alasan adalah jawaban.Sukses adalah ketika kita bisa bangun pagi.Kolaborasi dan kelaborasi . Keduanya harus dijalankan secara bersamaan.
Bukan hanya memberikan solusi tapi ketiga bintang tamu tersebut pun juga memberikan tips-tips menjadi seniman.
Tips-tips dari Conrad yaitu selamatkan mental, syukurilah kegagalan,buat hal-hal kecil lebih dahulu tanpa harus menangkap yang masih jauh, berdamailah dengan diri sendiri, selamatkan kelebihan dan kekurangan maka akan menjadi kekuatan .Dan seniman setiap kali melakukan sesuatu maka dia wajib menentukan karyanya tersebut jadi atau tidak jadi.
Gabriela yaitu,keluarlah dan berproses, keresahan akan menjadi kekuatan dan cintailah diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain.
Dari Oncu Echa, cintailah berbagai macam proses , optimis, komitmen,kerja keras,time is money, selesaikan tujuan dan serahkan semua pada yang maha kuasa.
Dari semua sharing-sharing diatas , terakhir Bapak Bernadus Tukan memberikan simpulan pada malam diskusi Budaya tersebut. Talk show yang dilakukan sangatlah beribawa dan bermakna . Janganlah takut tampil beda. Tampil beda adalah orang yang sudah menyelam pada dirinya sendiri.Orang yang rendah hati dia akan memberikan jempol pada prestasi yang kecil.Melakukan transformasi budaya dan kuasailah tradisi.
Semua telah di sampaikan dan sesi diskusi Budaya pun selesai.
++Ermelinda Intan



