SULUH NUSA, PARIS – Injil hari ini menyuguhkan sebuah doa yang indah dan mendalam dari Yesus untuk kita para murid-muridNya agar kita semua senantiasa bersatu.
Ya Bapa, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Betapa beruntungnya kita… Yesus berdoa untuk kita! Ia berdoa untuk kesatuan Gereja, kesatuan kita dalam berbagai dimensi hidup.
Saat ini kita melihat banyak perpecahan dalam masyarakat, bahkan di dalam Gereja. Lebih jauh lagi harus kita akui bahwa ada juga perpecahan di dalam tim kerja, dala keluarga kita, dalam kampung dan komunitas religius kita. Tuhan tidak menginginkan perpecahan ini.
Yesus mengundang kita untuk melihat dengan teliti dalam kehidupan kita sehari-hari; ada keluarga dan komunitas yang terpecah belah oleh kebencian, dendam, iri hati dan perpecahan dalam segala jenis. Ia berdoa agar kita semua menjadi satu, sehingga persatuan ini akan menjadi saksi bagi dunia yang kepadanya Bapa mengutus Yesus.
Di tengah-tengah perpecahan, ketidakadilan dan kekerasan, kita diundang untuk menjadi tangan, mata, dan hati Tuhan di dunia kita saat ini. Mengikuti Kristus, kita diundang untuk membangun sebuah peradaban manusia di atas fondasi yang kokoh dari nilai-nilai Kerajaan Allah. Kita diundang untuk membuat dunia kita menjadi komunitas yang lebih manusiawi dalam kedamaian, sukacita, pengampunan, berbagi, mendengarkan dan pengorbanan diri.
Yesus menempatkan tanggung jawab untuk membangun dunia di tangan kita. Yesus berdoa untuk kita! Ia berdoa untuk kesatuan Gereja, untuk kesatuan keluarga Kristen. Kesatuan yang merupakan buah dari Cinta! Bagi kita, ini adalah undangan untuk meluangkan waktu setiap hari untuk hati ke hati dengan Yesus! Dan kasih-Nya akan mengubah hati kita! Paus Fransiskus mengajarkan kita dengan menggunakan 3 kata kunci dalam kehidupan sehari-hari: tolong, terima kasih dan maafkan.
Cobalah untuk mempraktikkannya setiap hari. Inilah kata-kata yang menuntun kita untuk masuk ke dalam kasih dan kesatuan dengan Bapa dan Putera. Banyak luka dalam keluarga, dalam gereja, dalam kampung dan masyarakat sosial dimulai dengan melupakan kata pengampunan yang indah ini.
Semoga kita menjadi satu dan semoga Tuhan memberi kita kekuatan dan keberanian untuk hidup sebagai saudara dan saudari dan bekerja sama untuk membangun dunia yang lebih adil, damai dan bersaudara, dunia yang dipenuhi dengan kasih yang dibangun di atas dasar kasih dan pengampunan Tuhan
Semoga kita semakin bersatu dalam Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Tuhan memberkati! Selamat berhari minggu!
Valent Ritan, sscc
