Doa dan Berkat Orang Horinara, “Nu’un Mayan Tou ni Ake Teka Pahan Anaket si Ata Ekana”

MEDIA WLNIna Bulu, janda tua itu berdoa “nu’un mayan tou ni ake teka pahan anaket si ata ekana. Noon ake teka tite wahan kae pi lewo tanah.Taan oneket tou taan liko lewo – jauhkanlah sakit penyakit virus vovid-19 dari anak anak saya orang Horinara di tanah rantau, Pun tidak akan mengganggu kenyamanan kita di kampung halaman. Mari satukan hati untuk menjaga ketahanan kampung halaman kita”

Hujan emas di tanah orang, banjir emas di kampung halaman. Ungkapan ini patut ditahtakan kepada anak rantau dari Desa Horinara. Kendati mereka pun sedang dilanda bencana pandemi, ini tak lantas menyurutkan semangat peduli dengan saudara di kampung halaman.

Anak rantau asal Desa Horinara di Indonesia dan luar negeri saling urunan niat. Mereka menyisihkan lalu mengumpulkan rezeki dan diberikan kepada warga Desa Horinara dengan kategori rumah berpenghuni. Sumbangan ini dalam bentuk beras, sabun dan kran air diberikan kepada 364 rumah berpenghuni.

Anak rantau Horinara bekerjasama dengan relawan muda Horinara dan tim medis Desa Horinara. Selain membagikan sumbangan, tim medis pun melakukan penguatan kesadaran kepada masyarakat berkaitan dengan startegi melindungi diri dari Covid-19.

Kegiatan sosial ini dilaksanakan pada Minggu(7/6). Pada pagi hari, relawan dari tim medis berkunjung ke Dusun 1 dan 2. Kemudian dilanjutkan ke Dusun 3 dan 4.

Tim medis Desa Horinara, Ivin Kebelen dalam arahannya mengajak warga untuk mempraktekan bagaimana cara mencuci tangan yang benar. Ivin juga menghimbau, sebagai masyarakat kita perlu meningkatkan kesadaran untuk mengikuti arahan dari tim medis berkaitan dengan strategi melindungi diri dari Covid-19. Di setiap rumah perlu ada tempat cuci tangan.

Bila perlu ada dua tempat cuci tangan. Selain itu perlu adanya kesadaran untuk selalu memakai masker. Pun memperbiasakan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan selalu berolahraga. Kendati vaksin virus ini sudah ditemukan, kita mesti memperbiasakan hidup sehat karena ini sangat bermanfaat untuk tubuh kita, imbuhnya.

Ina Bulu, seorang janda tua menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada anak rantau dan relawan muda Horinara. Kendati saya tidak bisa mengikuti kegiatan sosialisasi karena faktor usia, relawan muda Horinara masih bersedia mengantar sumbangan ke rumah saya.

Dalam bahasa daerah, Ina Bulu bertutur begini, nu’un mayan tou ni ake teka pahan anaket si ata ekana. Noon ake teka tite wahan kae pi lewo tanah.Taan oneket tou taan liko lewo – jauhkanlah sakit penyakit virus vovid-19 dari anak anak saya orang Honihama di tanah rantau, Pun tidak akan mengganggu kenyamanan kita di kampung halaman. Mari satukan hati untuk menjaga ketahanan kampung halaman kita.***

amber kabelen

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *