Suluh Nusa, Lewoleba – Seminggu menjelang hari kemerdekaan Rebulik Indonesia ke 76 tahun, sebuah aktivitas kapal tongkang di pelabuhan Jober Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata memberi harapan terhadap warga Lembata yang selama ini mengalami kesulitan bahan bakar minyak (BBM).
Seperti sebuah harapan untuk merdeka dari kesulitan BBM. Sebab, kerap kali Lembata selalu bermasalah terkait antrian BBM di APMS Lamahora walau sudah hadir dua SPBU di Kabupaten tersebut.
Dilansir dari Warta NTT, Kapal tongkang BBM Artha Bahari yang telah lama berlabuh di kawasan Teluk Lewoleba beraktivitas di kolam labuh pelabuhan Jober, Rabu, 11 Agustus 2021.
Kapal tersebut lego jangkar di pelabuhan Jober disamping KM. Gandha Nusantara. Sementara itu terlihat sebuah kapal cargo BBM sedang labuh jangkar dalam areal teluk Lewoleba tidak jauh dari lokasi pelabuhan Jober.
Manajemen PT. Yosindo Jaya Raya selaku general Trading Fuel Oil Industry yang beralamat di Jambi, menggelar pertemuan bersama Pemkab Lembata terkait distribusi BBM industri jenis Solar B30 di Lembata.
B30 atau Biodiesel 30 persen sendiri merupakan biosolar yang memiliki kandungan 30% fatty acid methyl ester (FAME) dan 70% campuran solar.
Plt. Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday, yang ditemui di Lembata, Selasa 10 Agustus 2021 membenarkan pertemuan bersama perwakilan PT. Yosindo Jaya Raya.
“Tadi digelar pertemuan berkaitan dengan BBM industri khusus Solar saja, yang dilakukan oleh PT. Yosindo dan PT. Andika sebagai sub penyalurnya. Mereka berani datang ke sini karena sebelumnya pernah lakukan survey kebutuhan akan BBM non subsidi khususnya Solar, baik untuk kebutuhan para nelayan maupun kebutuhan alat angkutan berat berkapasitas besar,” ungkap Thomas Ola Langoday.
Menurut Thomas upaya ini dilakukan untuk membantu masyarakat bahwa BBM non subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat golongan menengah keatas, sedangkan yang subsidi untuk untuk warga berekonomi lemah.
“Dengan demikian tugas kita untuk penataan kedepan sehingga masyarakat yang berekonomi kecil benar-benar menikmati subsidi dari negara dan itu dalam jumlah yang mencukupi, dengan kualitas yang baik dan berkesinambungan. Mereka tidak akan kesulitan lagi dalam kebutuhan akan BBM subsidi, sedangkan masyarakat menengah keatas juga benar-benar menikmati BBM non subsidi dalam jumlah yang cukup, waktu yang cepat dan berkesinambungan,” ungkap Langoday dilansir warta Warta NTT.
Menurut Thomas solusi ini akan menumbuhkan geliat ekonomi semakin hidup dan berimbas positip pada harga barang kebutuhan di Kota Lewoleba yang bisa terjangkau dan ekonomi masyarakat semakin baik dari hari ke hari.
Menurut Thomas Ola, Pemkab berikan izin sandar bagi kapal tongkang BBM setelah PT. Yosindo menandatangani pernyataan kesanggupan terhadap sistem manajemen keselamatan dan bertanggungjawab penuh terhadap segala kemungkinan resiko yang terjadi.
“Iya, kita beri izin untuk kapal milik PT. Yosindo sandar dan lakukan bongkar muat dengan berbagai persyaratan (safety management system) baik dilaut maupun di darat dimana itu jadi tanggungjawab penuh mereka karena kita tidak punya peralatan untuk itu. Mungkin besok, 11 Agustus 2021, (hari ini-red) sudah bisa dimulai dan masyarakat tidak perlu antri lagi jika punya kemampuan membeli BBM non subsidi,” jelas Thomas.
Untuk harga jualnya kisaran Rp.12.000 sampai Rp.15.000 per liternya tetapi nanti tim akan mengkaji lagi harga jualnya.
Menjawab pertanyaan terkait kelanjutan komunikasi dengan PT. Hikam soal beroperasinya SPOB Sembilan Pilar, Plt. Bupati Lembata sampaikan hingga saat ini belum menerima informasi perkembangannya
“Saya belum dapat informasi dari PT. Hikam. Tetapi kalau PT. Hikam menutup diri maka kita akan lakukan evaluasi, namun jika mereka terbuka dengan berbagai kesulitannya, kita mesti mencari solusinya bersama. Mereka belum datang lagi” ujar Thomas Ola.
Sebelumnya, 23 Juli 2021 Plt. Bupati Lembata menyampaikan memberikan izin labuh dan bongkar muatan dari kapal mini tanker SPOB sembilan pilar jika PT. Hikam memenuhi ketentuan yang disyaratkan Pemkab.
Pihak PT. Hikam sebagai pemilik Kapal Mini yanker SPOB Sembilan Pilar sampaoi berita ini ditulis belum dapat dikonfirmasi. (kris/wn/sandrowangak)
