Dari 22 Kabupaten di NTT, Lembata Kabupaten Pertama yang 100 persen Salurkan BLT DD

MEDIA WLN – Secara Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur belum tecatat sebagai Provinsi sudah 100 persen menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa tahap I.  Hal ini disebakan, baru satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang sudah 100 persen menyalurkan BLT DD tahap I. Selebihnya sebanyak 21 kabupaten/kota lainnya belum 100 persen.

Satu satunya Kabupaten yang sudah 100 persen menyalurkan BLT DD tahap 1 dari 22 Kabupaten/Kot se NTT adalah Kabupaten Lembata. Bahkan ada desa yang sudah menyalurkan sampai tahap 2.

Apresiasi terhadap kerja Aparat desa bersama seluruh stakeholder kecamatan sampai ke tingkat Kabupaten Lembata diberikan oleh Pemerintah Provinsi NTT melalui Sekretaris Daerah, Ben Polo Maing dan kepala Dinas PMD Provinsi NTT.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Lembata, Tomas Ola Langoday, saat tatap muka virtual bersama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Bupati Walikota se NTT, 26 Mei 2020.

“Pa Gubernur, dapat pula kami laporkan bahwa Lembata menjadi satu satunya kabupaten di NTT yang sudah 100 persen menyalurkan BLT DD. Informasi dan apresiasi ini kami dapat dari Sekda Provinsi atas laporan Kadis PMD. Tadi pagi Sekda Kabupaten Lembata menginformasikan kepada kami trkait apresiasi dari Pemprov ini. Terimakasih pa Sekda dan Pa Gubernur,” ungkap Langoday, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Petrus Gero dan jajaran Forkompinda Kabupaten Lembata lainnya.

Langoday dihadapan Gubernur  juga mengeskan, kebijakan work from Home (WFH), tidak berlaku di Lembata. Sebab, semua kepala dinas dan pejabat terkait yang tergabung dalam satgas penanggulangan Covid 19, diutus dan bekerja dari desa ke desa.

“Di Lembata tidak berlaku WFH. Kami bekerja dari desa ke desa. Tidur di desa. Mengedukasi dan mengadvokasi masyarakat di desa desa tentang Covid 19 termasuk pendataan masyarakat yang menjadi sasaran BLT DD,” ungkap Langoday.

Dihadapan para Bupati dan Gubernur, Langoday lalu mengatakan, oleh karena pemerintah Lembata memperketat jalur masuk orang ke Pulau Lembata, sehingga sampai dengan saat ini, Lembata masih hijau, belu, terpapar covid 19.

“Puji Tuhan, Lembata masih hijau. Dan kita berdoa dantetap berusaha agar Kabupaten Lembata yang sampai dengan saat ini m,asih hijau tetap hijau selama lamanya. Amin,” ungkap Langoday.

Selain itu, menjadi informasi tambahan yang dikutip dari laman website, Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bahwa Bali menjadi Provinsi yang sudah secara penuh melakukan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Menteri Desa Abdul Halim Iskandar Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menerangka secara berurutan provinsi yang tertinggi dalam penyaluran BLT-DD ialah Bali yang sudah capai 100%. Kemudian disusul dengan Gorontalo dengan 657 desa atau hampir sentuh angka 100% juga. Posisi ketiga ialah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 392 desa, Kepulauan Riau 275 desa, Sulawesi Tengah 1.842 desa.

“Provinsi yang sudah salur 100% dan sudah Musdesus 100% baru Bali, disusul Gorontalo 657 desa itu hampir 100% Musdesus penyaluran sangat bagus,” kata Abdul Halim dalam teleconference update penyaluran BLT-DD oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada Jumat (22/5).

Adapun Provinsi yang memiliki persentase penyaluran BLT-DD terendah secara berurutan ialah, Banten, Kalimantan Tengah, Papua, Kalimantan Barat, dan Maluku. Abdul Halim juga berpesan kepada kepala daerah untuk mempercepat dan mempermudah penyaluran BLT-DD, terlebih saat ini sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri.

“Bupati dan Walikota saya harap bisa lepas sepenuhnya kepada desa agar desa lakukan percepatan penyaluran, jangan dihambat, saya dengar ada desa sudah mau cair semua tapi ada kepala daerah yang menghentikan karena beberapa alasan itu jangan, kasihan apalagi mau lebaran,” imbuhnya.

Diketahui saat ini keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sudah ada 3,8 juta keluarga miskin. Realisasi total dana yang sudah tersalurkan sendiri ialah Rp 2,281 triliun.***

 */sandrowangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *