suluhnusa.com Singaraja – Berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat dalam mewujudkan perekonomian yg lebih baik. Tak ketinggalan para ibu rumah tangga ingin membantu suami dalam mencari nafkah tambahan untuk rumah tangganya.
Hal serupa juga terlihat di Dusun Dalem, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng ini. Belasan ibu rumah tangga beserta remaja sedang berlatih pembibitan dalam kelompok yang mereka bentuk yaitu kelompok Tani Baru. Mereka membentuk kelompok dan menghubungi perusahaan bibit tanaman terdekatnya untuk berlatih kepada tutor profesional yang langsung sebagai praktisi. Pelatihan berlangsung dari tanggal 15 hingga 18 Mei 2015.
Mereka cukup berani dalam mengambil tindakan untuk berlatih pembibitan tanaman ini. Selain itu, hal tersebut segera dapat terealisasi dan dapat dirasakan manfaatnya bagi anggota kelompok dan masyarakat sekitar.
Kadek Winda (35), Salah satu peserta pelatihan, mengatakan ia merasa senang mengikuti pelatihan ini. ” Saya sangat bersyukur di sini ada pelatihan seperti ini, sehingga saya bisa mendapat ilmu mengenai pembibitan, yang sebelumnya saya tidak tahu sama sekali”, jelas Kadek Winda.
Saat ditanya mengenai tujuan selanjutnya setelah mengikuti pelatihan Winda, mengatakan minimal bisa menggunakan ilmunya dalam skala kecil di rumahnya sendiri.
“Minimal saya bisa menyambung dan menempel tanaman-tanaman saya di rumah, selanjutnya kalo bisa, ya bekerja di tempat penangkar bibit”, tambah Winda.
Peserta latihan adalah ibu-ibu rumah tangga dan para remaja yang belum memiliki pekerjaan tetap, yang tidak terbatas dalam intern kelompok Tunas Baru semata. Namun, terbuka bagi masyarakat umum yang ingin berlatih keterampilan mengenai pembibitan tanaman.
Menurut ketua kelompok, Made Joni Ardono, program ini merupakan program yang sangat bagus dari pemerintah, yaitu Program Kecakapan Hidup (PKH) yang sumber dananya dari pemerintah provinsi Bali. “Program ini sangat bagus bagi kami, kami memilih program kecakapan hidup pembibitan tanaman karena kebetulan di daerah kami di sini ada perusahaan pembibitan. Kami berharap selanjutnya dapat bekerja di perusahaan tersebut. Dengan demikian masyarakat akan memiliki pekerjaan tetap ,” jelas pria yang biasa dipanggil Om Joni ini. Menurutnya kelompok Tunas Baru adalah kelompok PKH pertama yang ada di Desa Kerobokan yang mulai memberdayakan masyarakat.
Mengenai materi yang diberikan, Wayan Antara, sebagai salah seorang mentor mengatakan pihaknya memberikan materi secara fleksibel kepada peserta latihan, sesuai dengan permintaan kelompok.
” Kami memberikan materi diawali dengan materi-materi dasar seperti karakteristik tanaman, penyakit, dan cara2 pembiakan dasar tanaman, hingga ke tahap yang lebih spesifik. Mereka terlihat antusias dalam mengikuti program pelatihan yang diajarkan”, jelas Wayan Antara.
Ditanya mengenai harapan selaku tutor dalam pelatihan pembibitan ini, Antara yang berasal dari desa Suwug ini mengatakan di desa Kerobokan banyak terdapat penangkar bibit, hanya saja berasal dari daerah lain, bukan penduduk setempat. ” Kami berharap agar masyarakat lokal di sini bisa bersaing bahkan mandiri penjadi penangkar bibit, melihat prospek bisnis bibit tanaman sangat bagus saat ini, sehingga masyarakat lokal tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri”, tegasnya. Nyoman Sunuasih
