Pasar Lelang tak Sekedar Show Komoditi Agro

suluhnusa.com_Penyelengaraan pasar lelang yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan perdagangan Provinsi Bali bukan sekedar show atau pajangan bagi hasil prroduksi komoditi Agro tetapi juga memotong rantai pedagangan yang dirasa terlalu panjang.

Produk-produk hasil pertanian dalam arti luas, saat ini masih mengalami beberapa kendala antara lain masih dirasakan rantai pemasaran yang panjang, sehingga nilai tambah yang diperoleh Petani tidak sesuai dengan harga yang sampai kepada konsumen. Untuk itu Disperindag Prov. Bali telah melaksanakan Pasar Lelang Komoditi Agro Forward atas bantuan dan bimbingan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Dengan harapan dari pelaksanaan Pasar Lelang tersebut, dapat terbentuk harga yang wajar dan transparan.

Pembentukan harga sejak awal, dapat memberikan kepastian kepada Para Petani sebelum panen dilaksanakan atau sebelum musim tanam, sehingga Petani dapat merencanakan jenis tanaman yang diperlukan oleh pasar dan dengan adanya kepastian produk dan harga akan membuat stabilitas harga sepanjang tahun dapat terjaga.

Oleh Bapak Gubernur Bali pada tanggal 6 September 2013 bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama telah diluncurkan Web Pasar Lelang Bali dengan harapan dapat turut mendorong peningkatan transaksi dan perluasan pasar komoditas petani dan produsen lokal, terutama usaha kecil dan produsen kecil , pengelolaan lebih transparan dan partisipasi publik memungkinkan sangat besar.
Keberadaan Web Pasar Lelang Bali , tetap didukung dengan penyelengaraan Pasar Lelang Forward komoditi agro secara Fisik , untuk itu Disperindag Bali pada hari ini tanggal 20 September 2013 bertempat di UPT Monumen Perjuangan Bajra Sandhi kembali menyelengarakan pasar lelang forward yang merupakan pasar lelang forward yang ke 5 ditahun 2013 ini.

Pasar lelang kali ini juga akan ditandatangani Kerjasama Penjaminan Pasar Lelang (MOU) antara Disperindag Bali dengan PT. Bank BRI , yang pada pasar lelang sebelumnya sudah juga diadakan MOU dengan PT. Jamkrida Bali Mandara untuk memperkuat keberadaan pasar lelang sebagai penjaminan dalam transaksi antara pembeli dan penjual.

Peserta Lelang kali ini juga melibatkan langsung Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali yang mewakili Wakil Gubernur Bali sebagai peserta lelang yang mencari bibit babi, bibit sapi dan bibit kambing dan terjadi transaksi 100 ekor bibit babi dan untuk bibit sapi dan kambing masih dalam proses perundingan . Bibit tersebut akan disumbangkan ke Rumah Tangga miskin .
Peserta Pasar Lelang yaitu Pelaku Usaha ( swalayan, pabrik , perorangan dan perusahaan selaku pembeli ) , Petani ( kelompok tani, kelompok ternak selaku penjual ) Asosiasi Peternak Babi, Asosiasi Peternak Sapi, Dinas terkait dilingkungan Pemprov Bali dan Kab/Kota, Perbankan (BRI, BPD, PT. Jam Krida Bali Mandara).

Komoditi yang ditawarkan : Hasil pertanian Agro (Sayuran, Kacang – kacangan, Beras ) Hasil Perkebunan, Hasil Peternakan ( sapi potong, bibit sapi, babi potong,bibit babi, kambing potong, bibit kambing ) serta produk ikutan hasil peternakan, Hasil Perikanan/kelautan (gurami, lele, rumput laut dan produk olahannya)
Harapan kedepan dengan keberadaan Web Pasar Lelang Bali tidak hanya produk komoditi agro yang bisa dipasar lelangkan tapi juga produk lainnya seperti produk kerajinan.

Disamping pasar lelang forward komoditi agro juga diselengarakan pasar spot yang bertempat di Halaman Parkir Timur Kantor Gubernur Bali yang melibatkan peserta petani produsen kecil, penjual makanan olahan hasil pertanian , produk produk simantri. Sponsor pada pasar spot ini yaitu PT. Bank BPD Bali, PT. Bank BRI, PT. Jamkrida Bali Mandara. (sandro wangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *