Di Titik Enam Kilometer itu Rusak Parah

suluhnusa.com – Ruas jalan menuju ke Tanjung Bunga hingga saat ini di Tahun 2017 terbilang sudah cukup baik.

Dari Kota Larantuka menuju ke Waiklibang Pusat Kecamatan Tanjung Bunga dengan jarak kurang lebih 37km jalannya hotmiks. Akhir Tahun 2016 peningkatan kualitas jalan (hotmiks) dari Ebak Desa Bandona menuju ke Riangpuho Desa Waibao sejauh kurang lebih 7km.

Namun beberapa upaya perbaikan itu masih menyisahkan beberapa titik ruas jalan yang rusak. Titik titik ruas jalan yang rusak saat ini ada dapat kita jumpai di sepanjang ruas jalan ujung Waiklibang hingga Ujung Ebak Desa Bandona.

Kondisi jalan sepajang 6 km ini, kerusakannya cukup parah. Sepanjang jalan kita menemukan genangan air yang tidak berlebihan, nampak seperti kolam di tengah jalan.

Dititik lain dengan kerusakan yang paling parah yakni di sepanjang jalan Riangpuho menuju Riangkeroko, Turbean Desa Lamatutu hingga Tanah Belen. Sementara di jalur lain yang tidak bisa dilewati kendaraan pada musim hujan adalah jalan menuju ke Desa Patisirawalang, Basira dan Tone.

Kondisi jalan demikian sudah pasti sangat menyulitkan warga Tanjung Bunga dan siapa saja yang melintas di wilayah itu. Sementara akses transportasi warga terjadi setiap hari. Kesulitan warga sanga terasa saat musim hujan. Kendaraan baik roda dua maupun roda empat mengalami kesulitan dan sebagian memilih untuk beristirahat karena kondisi jalan yang rusak.

Laurensius Emanuel Kelen, Sopir Pick up Urmalen yang setiap hari menghantar penumpang dari Riangpuho ke Kota Larantuka Hari itu Selasa (3/1/17) memilih beristirahat dan tidak bekerja untuk hari itu karena beberapa ruas jalan yang kerusakannya sangat parah sangat sulit dilewati kendaraan roda empat.

“Hari ini saya memilih tidak bekerja karena yang tidak mau ambil resiko dengan keselamatan penumpang. Beberapa titik kerusakan jalan sangat parah yang membentuk kubangan kubangan, digenangi air dan membentuk cekungan yang cukup dalam. Setelah hujan redah baru mungkin bisa beroperasi kembali. Sebagai masyarakat biasa yang tidak terlalu mengeri banyak tentang jalan nasional, jalan propinsi dan atau jalan kabupaten, kami hanya berharap semoga pihak terkait dalam hal ini pemerintah bisa memperhatikannya. Hal lain yang dapat kami sampaikan adalah kiranya pejabat daerah sesering mungkin berkunjung ke pelosok – pelosok desa sehingga bisa mengetahui dan merasakan kesulitan masyarakat di desa dalam perjuangan untuk hidupnya, “kata Emanuel.

Warga lain Wilhelmus Kopong saat ditemui hari yang sama ketika sedang melintas di ruas jalan Ebak Desa Bandona menuju ke Kota Larantuka berharap ada perbaikan jalan segera untuk beberapa titik yang kerusakannya parah.

Bagi Wilhelmus jalan merupakan salah satu kebutuhan dasar warga yang mestinya serius untuk diperhatikan. sulitan

”Berkaitan dengan jalan, bagi kami ini adalah sebuh kebutuhan dasar warga. Tentu warga kota tidak begitu merasakan kesulitan ini, namun bagi kami warga yang hidup di desa dan harus belanja kebutuhan pokok di kota, kesulitan ini sangat terasa. Apalagi musim hujan seperti ini, kami melintas dengan penuh resiko. Kami mengharapkan adanya perbaikan segera pada titik – titik yang kerusakannya parah, sambil juga melakukan perawatan yang rutin pada ruas – ruas jalan yang sudah dihotmiks. Bukan tidak mungkin, kalau tidak ada perawatan, maka saat dilakukan perbaikan pada titik yang parah, pada ruas yang baik selama ini namun tidak ada perwatan bisa juga rusak,”tegas Wilem Kopong.

Kebutuhan warga Tanjung Bunga akan akses jalan yang yang baik menjadi kebutuhan mendesak dan harapannya dapat terealisasikan di tahun 2017.(masankian/sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *