suluhnusa.com-Warga Kota Reinha, Kota Larantuka bersukacita menerima kabar pembebasan tiga warga Flotim yang disandera Abusayyaf.
Kegembiraan warga kota Reinha ini bila dilukiskan seperti kegembiraan elisabeth ketika Maria Bunda Yesus datang mengunjunginya dalam Kisah Kepercayaan Iman Katolik.
Ketika dikunjungi Maria, Elisabeth merasa seperti sebuah mujizat. Hal yang sama juga dirasakab warga Kota Reinha. Dibebaskannya tiga warga Flotim dalam keadaan hidup dan selamat adalah sebuah mujizat.
Dan kota Reinha pun dipenuhi kabar sukacita ini. Spontan. Seperti biasa. Mereka bersujud syukur di Kaki Bundha Reinha atas mujizat yang terjadi pada tiga warga itu. Mereka menyalahkan seribu lilin. Lilin syukur dan terimakasih.
Dikoordinasikan oleh Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Flotim, Pers Cetak, elektronik dan Asosiasi Guru Penulis Indonesia ( Agupena) Cabang Flotim, pada Selasa malam (20/9/16) menggelar doa syukur dan membakar 1000 lilin di Taman Kota Larantuka atas dibebaskannya 3 warga Flotim yang disandera Kelompok Abu Sayyaf Filipina.
Kurang lebih 2 bulan 11 hari tepatnya pada (9/7/16) Ketiga sandera asal Latonliwo Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur diantaranya Theodorus Kopong Koten, Laurensius Lagadoni Koten, dan Emanuel Arakian Maran disandera Kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
Sepanjang itu, sekian upaya dilakukan oleh keluarga, Pemerintah Flores Timur, dan secara nasional Pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk pembebasan. Perjuangan dan doa itu terkabul dengan dibebaskan 3 sandera pada Senin (19/9/16).
Gerakan Rakyat Anti Korupsi ( Gertak) Flotim sebelumnya memang sangat getol memperjuangkan pembebasan 3 sandera ini dengan mengelar aksi solidaritas, melakukan gerakan mengumpulkan uang untuk biaya pendidikan anak dari ketiga sandera yang disandera dan berdoa bersama dengan membakar 1000 lilin untuk keselamatan ketiga sandera di Taman Kota Larantuka.
Koordinator Gertak Flotim Kanis Soge mengatakan, aksi membakar 1000 lilin dan berdoa bersama di Taman Kota Larantuka adalah kali yang kedua. Kali pertama kita berdoa untuk pembebasan tiga sandera, dan malam ini adalah bentuk solidaritas dan syukur atas dibebaskannya tiga sandera warga Flores Timur.
“Kita melakukan aksi malam ini untuk kedua kalinya. Kali pertama pada bulan lalu untum pembebasan tiga sandera, malam ini sebagai wujud solidaritas dan syukur atas dibebaskannya tiga sandera yang kurang lebih 2 bulan 11 hari ditahan oleh Kelompok Abu Sayyaf di hutan Filipina. Ini adalah bagian dari perjuangan bersama. Kami berharap, ketiga sandera yang dibebaskan tidak kurang apapun dan dalam kondisi yang sehat untuk kembali menemui keluarga, istri dan anak – anak yang selama ini sudah menunggu lama. Terima kasih untuk Pemerintah RI yang dengan segala cara melakukan negosiasi demi pembesan tiga sandera. Pengalaman ini menjadi pembelajaran bersama, semoga saja, kedepannya pristiwa ini tidak terulang lagi,”kata Kanis.
Warga yang hadir di Taman Kota malam itu kurang lebih 60 orang. Masing – masing hadir membawa lilin dan membakar di Pelataran Taman Kota Larantuka.
Sebagian bersama keluarga. Mereka bernyanyi dan berdoa penuh syukur atas dibebaskannya tiga sandera warga Flotim yang berada dalam tekanan selama 2 bulan lebih di hutan Filipina oleh Kelompok Abu Sayyaf.
Doa dipimpin oleh Ketua Agupena Flotim, Maksimus Masan Kian dengan ujud semoga ketiga sandera yang dibebaskan selamat dan sehat menemui keluarganya.
Dan kiranya, keluarga korban yang selama ini ditinggalkan kembali kuat dan membangun kemabali rumah tangga mereka.
“Kita berdoa penuh syukur malam ini, untuk ketiga sandera yang telah dibebaskan agar selamat dengan sehat, dan bisa menemui keluarganya,”kata Maksi memulai doa malam itu.
Usai doa, dilanjutkan dengan melantunkan lagu – lagu syukur, orasi solidaritas oleh Ketua Gertaka Flotim Kanis Soge dan diskusi bersama awak Media cetak dan elektronik wilayah Flores. Warga baru bubar pada pukul 21.30 Wita.
Informasi yang dihimpun suluhnusa.com Penjabat Bupati Flotim Emanuel Kara akan menjemput tiga sandera di jakarta pada tanggal 23 September 2016.(sandrowangak)
