suluhnusa.com_Tiga Kepala Sekolah Dibawah YPLP PGRI Flotim Dilantik dengan pesan, gunakan managamen hati untuk memimpin.
Sebanyak tiga kepala seklah dibawah naungan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Perhimpunan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur (Flotim) dilantik. dan diambil sumpah oleh Ketua YPLP Dikdasmen PGRI NTT Drs. Octo Ouwpoly.
Kepala sekolah yang dilantik masing-masing Gerardus Koten, S.Sos, menjadi Kepala SMP PGRI Larantuka, Drs. Gerardus Beni Langoday sebagai Kepala SMA PGRI Larantuka dan Fransiskus Lamuda, S.Pd sebagai SMA PGRI Gelekat Lewo Boru. Jabatan Kasek yang diemban terhitung sejak tahun 2016 hingga 2020.
Pelantikan yang berlangsung di Aula SMA PGRI Larantuka, Rabu, 14 Juni 2016 dihadiri oleh Ketua YPLP Dasmen PGRI Provinsi NTT Octo Ouwpoly.
Hadir juga Kepala Dinas PPO Kabupaten Flotim Bernadus Beda Keda, Ketua YPLP Dasmen PGRI Flotim Bartolomeus Penana Payong, Ketua PGRI Flotim Yohanes Emi Kein, Ketua Agupena Flotim Maksimus Masan Kian, Kabid SMA/ SMK Akbar Sulaiman, kepala sekolah yang dilantik dan dimisioner, komite sekolah, para guru dan tokoh masyarakat.
Ketua YPLP Flotim Bartolomeus Penana Payong, dalam sambutannya mengatakan, keputusan pergantian Kepala Sekolah berdasarkan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) organisasi. Ia berpesan kepada Kasek terlantik untuk selalu menjadi teladan dan mengedepankan kerja dan bukan hanya berkata – kata.
“Saya berpesan semoga kasek yang baru dilantik dapat menjadi pemimpin dan bukan kepala. Jadilah pemimpin pekerja dan bukan sekedar berkata – kata. Kata Barto.
Octo Ouwpoly, Ketua YPLP Dasmen PGRI NTT dalam sambutannya mengatakan pelantikan berkaitan kepercayaan. Rotasi atau alih pimpinan menjadi hal yang wajar.
Proses pergantian Kasek sudah didasarkan pada regulasi organisasi dan juga pertimbangan efisiensi dan penyegaran pelayanan. Sebagai Kasek di sebuah lembaga, kepemimpinan menjadi syarat yang stategis dalam menciptakan iklim pembelajaran yang baik di sekolah, selain kapasitas perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan penilaian.
Tanggungjawab dan kedisiplinan melahirkan figur pemimpin yang berkualitas dalam mengemban tugas, seberat apapun.
“Semoga Kasek yang terpilih ditiga sekolah senantiasa berkoordinasi dengan pengelolah. Khususnnya dalam mengambil kebijakan yang prinsipil di lembaga selain melibatkan dewan guru. Berharap PGRI bangkit dan menjadi pilihan sekolah berkualitas di Flotim,” Kata Octo.
Sementara itu Kepala Dinas PPO Flotim Bernadus Beda Keda, mengatakan pergantian pimpinan adalah hal yang biasa. Menjadi pemimpin itu indah kalau kita memahami. Urus pendidikan harus manajemen hati.
“Dalam memimpin di dunia pendidikan, gunakanlah manajemen hati. Kita tetap bermitra untuk mendukung pengembangan pendidikan pada sekolah – sekolah dibawah YPLP Dikdasmen PGRI Kabupaten Flotim,” ungkap Beda Keda.(maksimasankian)
