suluhnusa.com_Pelabuhan Dulionong bersama dua pelabuhan rakyat lainnya di Alor diresmikan Menteri Perhubungan.
Pelabuhan dibangun
selama 5 tahun
sejak tahun 2011 itu senilai Rp. 65 milyar lebih. Walau pemanfataannya sebagai pelabuhan rakyat tetapi konstruksinya lebih modern.
Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Tonny Budiono, saat persemian 02 Oktober 2015 mengungkapkan Pelabuhan Dulionong ini dilihat dari pembangunan fisik konstruksi bangunan melebihi dari pelabuhan rakyat
Dia melanjutkan walaupun ukuran panjang saat ini baru Tujuh Puluh (70) meter tetapi ia berharap kedepan dapat menambah kapsitas pelabuhan ini sesuia perkembangan ekonomi wilayah daerah Kalabahi dan sekitanya.
“Dilihat dari sisi pelabuhan pada posisi darat sudah ada tempat penumpukan dan perkantoran di pelabuhan dan nanti akan dikelolah oleh Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pulau Alor,” ungkap Tonny.
Menurutnya intrastruktur pelabuhan ini sudah siap diresmikan tahun lalu, akan tetapi karena berbagai kendala maka baru tahun 2015 dapat diresmikan.
Tonny mengakui keterlambatan informasi yang disampaikan ke pihak pemerinta pusat namun tidak menjadi sebuah masalah yang serius. Sebab saat ini pelabuhan Dulionong yang dibangun dengan anggaran APBN senilai Rp. 65 Milyar itu bisa digunakan untuk kepentingan rakyat.
Sementara itu, Gubernur NTT, Drs. Fran Lebu Raya mengatakan persemian pelabuhan ini menunjukan keseriusan perhatian pemerintah pusat pelayanan di NTT. Sebab sebagai wilayah kepulauan yang masih dikategori sebagai daerah tertinggal 70 tahun Indonesia merdeka, NTT pantas mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah pusat.
Lebu Raya, lebih lanjut mengungkapkan sebagai daerah kepulauan sangat NTT membutuhkan infrastruktur kepulauan seperti pelanguhan rakyat, Dermaga Ferry, KM.Feffy dan dermaga penyeberangan lainnya.
Leu Raya juga menyentil soal pembangunan kawasan ekonomi khusus yang melibatkan tiga wilayah yaitu Alor-Lembata-Flores Timur, berfokus pada bidang kelautan dan perikanan, dan pariwisata. (iwankamaleng)
